Gelar Rapat dengan Stakeholder Terkait, BPBD Siaga Banjir dan Longsor

45
Suasana rapat koordinasi BPBD Provinsi Sumsel

Palembang, SumselSatu.com

Guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel mengadakan rapat koordinasi bersama Stakeholder terkait guna meningkatkan kesiapan dalam menghadapi terjadinya bencana banjir ataupun longsor.

Rapat sendiri di pimpin oleh plt Kepala BPBD Iriansyah, dirinya menyampaikan bahwa rapat kali ini guna meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait yang ikut menyiagakan bencaba longsor dan banjir.

“Pada kondisi musim penghujan ini, kita bersama dinas terkait terus menyiagakan bila ada terjadi banjir maupun longsor”, ujarnya ketika diwawancara setelah rapat, di ruang rapat Posko Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor BPBD Provinsi Sumsel, Senin (11/12/2017).

Selain siaga dalam hal kecepatan penanggulangan, rapat ini juga menyiagakan logistik dan sarana dan prasarana untuk bisa membantu bila ada daerah yang terkena dua bencana ini. “Siaga bukan mesti SDM-nya saja, logistik dan sarana juga penting”, tegas Iriansyah.

Selain itu, dalam rapat ini tidak hanya kesiapan dan dalam menghadapi banjir dan longsor saja. Melainkan pula cara pencegahannya, seperti melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir ataupun longsor.

“Sosialisasi sudah kita lakukan di beberapa kecamatan di Kabupaten/Kota, gunanya agar bisa mengantisipasi resiko lebih besar ketika terjadi bencana. Sosialisasi ini kita lakukan bersama, karena mencegah itu lebih baik”, ungkapnya lagi.

Sementara itu untuk daerah rawan banjir di Provinsi Sumsel, hampir seluruh Kabupaten/Kota di setiap kecamatanya memiliki potensi rawan banjir. Hanya di Kabupaten/Kota yang berdataran tinggi saja yang tidak memiliki potensi rawan banjir.

“Kalau banjir hampir merata hanya ada 4 Kabupaten Kota yang tidak berpotensi banjir yakni, Pagaralam, Empat Lawang, Lahat, dan OKU Selatan serta sebagian wilayah M. Enim dan OKU. Meskipun tidak termasuk daerah rawan banjir, daerah – daerah tersebut berpotensi rawan tanah longsor karena memiliki tekstur dataran tinggi dan di kelilingi pegunungan. Potensi gerakan tanah di daerah – daerah itu termasuk tinggi, itu berpotensi tanah longsor. Tapi kita doakan saja tidak ada bencana yanh terjadi baik banjir atau pun tanah longsor”, tukasnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here