Harobin Ajak Camat Olah Sampah Jadi BBM

78
SOSIALISASI---Sekda Kota Palembang Harobin Mustafa berfoto bersama pihak kecamatan usai acara sosialisasi, Senin (7/5). (FOTO: SS1/Yanti)

Palembang, SumselSatu.com

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mustofa mengajak seluruh camat  di Kota Palembang untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Seperti dilakukan Camat Kalidoni yang kreativitasnya telah berhasil mengolah sampah anorganik menjadi BBM.

Ajakan ini disampaikan Harobin saat diwawancarai pada acara ‘Fasilitasi dan Koordinasi Pembinaan Kelompok Masyarakat Kebersihan Sungai dan Anak Sungai dan Saluran,’ Senin (7/5), di Hotel Grand Inna. Harobin mengatakan, lewat sosialisasi ini pihaknya mengajak masyarakat peduli sampah agar bermanfaat. Di acara ini hadir komunitas banjir dan sungai serta pejabat struktural kecamatan.

“Di sini kita berbagi pengetahuan.  Bayangkan kalau semua kecamatan seperti Kecamatan Kalidoni, camatnya inovatif dan kreatif. Dari 70kg sampah anorganik bisa menghasilkan 9 liter solar, 15 liter bio solar, dan 10 liter minyak tanah. Itu luar biasa,” ujar Harobin.

Oleh sebab itu, lanjut Sekda, dirinya berharap kecamatan lain bisa meniru program yang dibuat Camat Kalidoni. “Saya berharap ini bisa disebarkan dan ditiru oleh camat lain. Kalau seluruh kecamatan bisa melakukannya, itu luar biasa. Sehingga program gotong royong yang digagas bapak Harnojoyo menjadi program unggulan Kota Palembang, itu bisa bermanfaat,” tandasnya.

Sementara Camat Kalidoni Arie Wijaya menjelaskan, yang sulit dalam pengolahan sampah adalah pemilahannya. Untuk sampah organik sudah banyak teknologi pengolahannya, misal diolah menjadi pupuk. Namun untuk sampah anorganik masih menjadi masalah.

“Sampah anorganik seperti botol bekas minuman bisa dicacah untuk diolah kembali. Tapi untuk sampah plastik seperti kantong asoy, plastik ciki itu menjadi masalah karena tidak bernilai. Solusinya adalah dengan menggunakan teknologi biorisis. Yakni mengubah sampah plastik menjadi BBM,” katanya.

Arie mengungkapkan, pihaknya menggunakan mesin berkapasitas 5kg sampah plastik. Setelah dimasak di dalam mesin, sampah plastik akan menjadi BBM. “Dari 5 kg plastik menghasilkan 60 persen solar, 25 persen minyak tanah, dan sisanya menjadi biosolar,” beber Arie.

Dalam waktu dekat, sambung Arie, pihaknya akan membeli mesin yang dapat menampung 50 kg sampah anorganik. “Harga mesinnya Rp90 juta, kapasitas mesin dapat menampung 50 kg sampah anorganik atau sampah yang bisa dimasak bisa satu mobil, hasilnya BBM yang bisa dijual,” pungkas Arie. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here