KASSB Desak Polisi Tangkap Penyebar ‘Hoax’!

122
UNJUKRASA----Massa yang tergabung dalam Komite Aktivis Sumatera Selatan Bersatu (KASSB), saat menggelar aksi unjukrasa di depan Markas Polda (Mapolda) Sumsel di Palembang, Jumat (5/10/2018). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Komite Aktivis Sumatera Selatan Bersatu (KASSB), Jumat (5/10/2018), menggelar aksi unjukrasa di depan Markas Polda (Mapolda) Sumsel di Palembang.

Mereka menyuarakan dukungan kepada Polri menangkap Ratna Sarumpaet, serta pihak-pihak terkait yang terlibat penyebaran hoax.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi KASSB Rubi Indiarta mengatakan, kasus penyebaran informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya, oleh Ratna Sarumpaet telah menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat. Dia mengatakan, penyebaran hoax tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet tersebut sengaja dibuat secara struktur dan massif untuk mengadu domba warga.

Kata Rubi, pihak-pihak yang selama ini pesimis dengan Pemerintahan RI dan Polri terus melakukan manuver agar masyarakat terpecahbelah dengan adu domba yang mereka lakukan.

“Sumatera Selatan yang selama ini terkenal dengan slogan zero konflik terganggu dan mulai terjadi perpecahan akibat pihak-pihak tertentu sengaia membagikan konten-konten berita hoax dan mengaitkan peristiwa rekayasa penganiayaan Ratna Sarumpaet dengan isu-isu kebangkitan PKI yang bertujuan untuk memecahbelah persatuan dan kesatuan berbangsa,” katanya.

“Kami mendukung Polri untuk mengungkapkan aktor-aktor yang terlibat dalam persekongkolan isu hoax Ratna Sarumpaet,” tambahnya.

Dia juga menyebutkan, di group WhatsApp (WA) Palembang Brothers juga terdapat gambar dengan konten ujaran kebencian terhadap orang yang menggenakan baju berlago Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Rubi juga mendesak Polda Sumsel untuk menangkap para pelaku penyebar hoax dan ujaran kebencian.

“Kami minta Polri memanggil dan memeriksa Belman Karmuda yang telah memposting ujaran kebencian terhadap pengurus DPP PDIP.  Mengajak masyarakat utuk menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.

Menanggapi aksi unjukrasa itu, Kaur Monitor Bidang Humas Polda Sumsel Kompol Suparlan, SH, MSi, mengatakan, pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Direktorat Reskrim.

“Terima kasih rekan-rekan telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib.  Laporan ini akan kami sampaikan ke Reskrim,” kata Suparlan.

Dia menghimbau agar warga masyarakat jangan terlalu cepat memviralkan berita-berita yang belum pasti kebenarannya, sehingga meresahkan masyarakat.

“Yang memviralkan berita hoax bisa dijerat pidana,” tandas Suparlan.

Terpisah, Belman Karmuda, yang kini menjabat sebagai Karokesra Pemprov Sumsel ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak ada ujaran kebencian terhadap partai atau hoax.

Katek ujaran kebencian partai atau hoax ..cuma ngomong muko serem…yo mmg serem…pki..memang dio pki yang mano salahnyo,” jawab Belman melalui WA kepada wartawan SumselSatu.

Katek kito ngomongi partai…itulah buktinyo…dan sy akan melakukan tindakan hukum juga nuntut balik ..kepda yg mengadu ini,” jawab Belman lagi.

Sebelumnya, Belman mengirimkan gambar. Tampak seorang perempuan berambut pendek menggenakan baju merah dengan logo PDI Perjuangan. Di gambar itu terdapat tulisan ‘Tokoh PKI jangan dipilih’. Lalu, di bawa foto itu ada tulisan ‘iiih serem Rai/muko Pki..idak keno gebuk lah serem apo lg bonyok pasti cak setan…iiih’. #nti

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here