Mudik, Waspadai 12 Lokasi Rawan Bencana di Sumsel

45
Ilustrasi jalan longsor yang membahayakan pengendara. (FOTO: SS1/Net)

Palembang, SumselSatu.com

Arus mudik mulai meramaikan jalan-jalan lintas. Bagi pemudik yang melintas di kawasan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hendaknya mewaspadai lokasi rawan bencana. Setidaknya ada 12 lokasi rawan longsor dan kecelakaan di Sumsel.

Menurut data dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel yang didapat SumselSatu.com, Jumat (8/6), diketahui jalan-jalan yang rawan terjadi kecelakaan dan longsor adalah Sugi Waras – batas Kabupaten Lahat, Tebing Tinggi – Tanjung Raya, Tanjung Raya – batas Provinsi Bengkulu, Pagaralam – Tanjung Raya, Talang Padang – Padang Tepong, dan Muara Siban – Simpang Embacang.

Lalu lokasi yang rawan longsor Desa Banuayu (Kabupaten OKU), Simpang Martapura – Muara Dua, Simpang Campang – Ujan Mas, Ujan Mas – batas Bengkulu, Muara Dua – Kota Batu, dan Desa Beruge – Sekayu (Kabupaten Muba). Ada juga kawasan yang rawan banjir seperti di Sanga Desa, Sekayu, dan Desa Epil, Sekayu.

Selain rawan kecelakaan, banjir, dan longsor, keberadaan pasar tumpah juga menjadi masalah tersendiri bagi pemudik. Pasalnya, pasar tumpah dipastikan bakal menimbulkan kemacetan. Berdasarkan data di Dishub Sumsel, lokasi pasar tumpah berada di Pasar Indralaya (OI), Pasar Tugu Mulyo, Pasar Sungai Lilin/Banyulincir, Pasar Padang Tepong, Pasar Pendopo, Pasar Jarai, dan Pasar Tebing Tinggi.

Kemacetan juga patut diwaspadai di beberapa kawasan lain. Seperti di jalur lintas Timur kemacetan sering terjadi di jalan Indralaya,  Betung, dan Sungai Lilin. Di jalur lintas tengah, ancaman kemacetan biasa terjadi di Kota Prabumulih, Kabupaten Muaraenim, dan Martapura.

“Ya, pengendara harus berhati-hati jika melewati jalan-jalan ini,” kata Kepala Dishub Sumsel Nelson Firdaus.

Nelson juga menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 80 posko mudik untuk tahun ini. Di posko akan disiagakan petugas – petugas dari Dishub Sumsel bekerja sama dengan kepolisan daerah masing – masing untuk mengamankan arus mudik.

Untuk kelancaran para pemudik, khususnya yang melalui jalur darat, Nelson menyatakan, pihaknya akan melarang mobil barang melintas sejak H-3 Lebaran.

“Untuk arus balik kita prediksi pada tanggal setelah habis masa libur panjang seperti tanggal 22, 23, 24”, tukas Nelson. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here