Palembang, Banyuasin, dan OI Harus Bebas Rabies

85
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Taufik Gunawan saat memberi keterangan kepada pers usai rakor, Kamis (5/7), di Hotel Grand Inna Daira, Palembang.

Palembang, SumselSatu.com

Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Adwil memberi warning Palembang, Ogan Ilir (OI), dan Banyuasin ditargetkan bebas dari hewan rabies. Warning ini disampaikan sehubungan dengan gelaran Asian Games 18 Agustus 2018.

Menanggapi instruksi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel telah menerjunkan petugas untuk melakukan vaksin dan sterilisasi secara gratis hewan penyebab rabies.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Taufik Gunawan saat rapat koordinasi rabies se-Sumatera di Hotel Grand Inna Daira, Kamis (5/7), mengatakan, di Sumsel kejadian yang digigit hewan rabies ada lima kasus.

“Khusus tiga daerah yakni Palembang, Ogan Ilir, dan Banyuasin harus bebas dari hewan rabies menjelang Asian Games. Kita minimalkan hewan rabies dan diclearkan. Kita buat tim terpadu.  Kita buatkan tempat khusus sehingga kalau ada kejadian bisa langsung dipantau,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, pihaknya mengantisipasi hewan rabies berkeliaran demi suksesnya Asian Games, terutama di kawasan Jakabaring.

“Kita ada beberapa kegiatan, petugas mencari hewan penyebab rabies. Di Palembang kita mengadakan vaksin gratis dan sterilisasi. Kalau ada hewan kucing bisa dilakukan sterilisasi. Lokasi sekitar Jakabaring bisa menghubungi RT untuk mengantisipasi hewan rabies,” paparnya.

Taufik mengungkapkan, hampir 30 persen hewan rabies sudah divaksin. Rakor ini bergulir dilakukan di Sumatera karena hewan pembawa rabies bisa merambat antar wilayah.  “Jadi harus terpadu untuk semua provinsi di Sumatera,” ucapnya.

Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri Elvius Dailami menambahkan, rakor rabies digelar dalam rangka memberantas penyakit rabies di Sumatera. Target tahun 2020 Sumatera bebas rabies. “Untuk mencapai itu kita terkendala anggaran dan SDM. Tapi aturannya sudah jelas,” katanya.

Menurut Elvius,  rabies termasuk dalam wabah bencana sehingga harus ditangani secara komprehensif. Dalam menangani bencana rabies dipakai PP nomor 2 tahun 2018 sebagai standar pelayanan minimal agar pemerintah daerah bisa memberikan pelayanan minimal. Untuk di Sumatera, kasus rabies banyak terjadi di Sumut dan Jambi. Untuk Sumsel sendiri relatif aman.

“Mengatasi hewan liar agar bekerjasama dengan pihak terkait, Dinas Peternakan, untuk ditertibkan,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here