
Palembang, SumselSatu.com
Generasi Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat Sumatera Selatan (Gen LIMAS) kembali memperkuat kapasitas internal anggotanya melalui program Training of Trainers (ToT) x Sekolah Gen LIMAS 6.0 di Auditorium Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan (OJK Sumsel), Jumat (8/5/2026).
Mengusung tema ‘Menguatkan Peran Gen LIMAS sebagai Agent of Change melalui Literasi Keuangan dan Keterampilan Edukasi’, kegiatan ini fokus pada peningkatan literasi keuangan dan keterampilan edukasi di era digital.
Acara ini menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Abdul Muin Akmal Padang (Asisten Direktur Madya Perilaku PUJK, EPK OJK Provinsi Sumatera Selatan), Marissa Deviantara (Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, EPK OJK Provinsi Sumatera Selatan), dan Nayla Khairunisa (Alumni Presiden Gen LIMAS 2025).
Presiden Gen LIMAS 2026 M Febrin Abiyyu Ilyasa menegaskan bahwa kegiatan ini adalah investasi berharga bagi anggota. Ia berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan ilmu serta pengalaman yang didapat untuk meningkatkan kemampuan edukasi dan berkontribusi secara aktif dalam menyampaikan literasi keuangan kepada masyarakat melalui program Gen LIMAS.
“Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi investasi berharga bagi Anggota Gen LIMAS sebagai bekal dalam menghadapi berbagai program Gen LIMAS ke depannya,” ujar Febrin.
Dalam sambutannya, Abdul Muin Akmal Padang menyoroti kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Selatan yang berada 22,26% di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini rentan memicu perilaku konsumtif, seperti penggunaan paylater impulsif dan pinjaman online ilegal berbunga tinggi.
”Pengelolaan keuangan harus dijadikan lifestyle. Edukasi yang interaktif sangat diperlukan agar literasi keuangan lebih mudah dipahami oleh generasi muda,” kata Abdul Muin.
Ia juga menyoroti pentingnya penyampaian edukasi yang interaktif dan menarik agar literasi keuangan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh generasi muda maupun masyarakat luas.
Pada sesi Chat Talkshow, Marissa Deviantara menekankan bahwa keberanian untuk memulai merupakan langkah awal dalam membangun kebiasaan positif, termasuk dalam meningkatkan literasi keuangan
“Mulai memberanikan diri dengan keterpaksaan dan dilanjutkan dengan kebiasaan,” ujar Marissa.
Narasumber ToT x Sekolah Gen LIMAS 6.0 itu menambahkan, kesejahteraan diri dapat dicapai melalui perencanaan finansial yang tepat, diawali dengan kesadaran dalam memahami serta mengelola pendapatan secara baik. Ia turut mengingatkan pentingnya sikap tanggung jawab dalam berhutang dengan memastikan pinjaman sesuai kebutuhan serta memiliki kemampuan untuk mengembalikannya.
Dia menekankan pentingnya prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum mengambil produk keuangan. Ia mengajak peserta mengubah pola pikir dalam menabung uang harus disisihkan di awal, bukan disisakan.
Marissa mengimbau peserta agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial karena dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menutup rangkaian materi, Nayla Khairunisa mengingatkan pentingnya menjaga budaya organisasi (culture) yang suportif untuk menciptakan dampak sosial yang luas. Menurutnya, pengaruh positif seseorang terhadap lingkungan adalah kunci dalam mendorong perubahan di masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa besarnya influence (pengaruh) yang dimiliki seseorang terhadap lingkungan sekitar dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan dampak positif, membangun semangat kolaborasi dan mendorong perubahan yang lebih baik di masyarakat.
“Everybody dream a supportive loving safe environment. Yet, nobody realize that kind of environment starts within you (Setiap orang memimpikan lingkungan yang mendukung, penuh kasih, dan aman. Tapi, tidak ada yang sadar bahwa lingkungan seperti itu dimulai dari diri kamu sendiri,” ujar Nayla.
Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk Indonesia yang menggunakan internet telah mencapai lebih dari 66% pada tahun 2024. Namun, tingginya akses digital belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami pengelolaan keuangan digital secara bijak.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital dapat menjadi tantangan apabila tidak disertai pemahaman literasi keuangan yang memadai. Melalui ToT x Sekolah Gen LIMAS 6.0, Gen LIMAS hadir sebagai Agent of Change yang berperan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda melalui edukasi yang interaktif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata. Antusiasme Anggota Gen LIMAS terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam menjawab berbagai pertanyaan pre-test dan post-test dari materi yang disampaikan oleh Marissa Deviantara.
Keaktifan ini menunjukkan bahwa mereka memahami dan memperhatikan materi dengan baik selama kegiatan berlangsung.
Dalam upaya berkelanjutan, Gen LIMAS berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa sebagai bagian dari upaya memperluas literasi dan inklusi keuangan, terutama mengelola keuangan lebih bijak dan tepat sasaran di kalangan Zillenial agar lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial.
Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di media sosial Instagram Gen LIMAS secara langsung yaitu @gen.limas. #rel/fly
.









