Disusun Oleh:
Muhammad Nur Muttaqin dan Vemas Saputra.
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Semester 5, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti (Unanti) Palembang.
ANGGARAN merupakan alat yang sangat penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Ia dirancang bukan sekadar sebagai catatan angka, tetapi sebagai pedoman strategis yang menentukan bagaimana sumber daya digunakan, bagaimana prioritas ditetapkan, serta bagaimana kinerja dievaluasi.
Karena itu, anggaran harus disusun dengan cermat agar rencana dapat direalisasikan secara efektif dan dilaporkan dengan baik dalam bentuk pertanggungjawaban perusahaan.
Dalam praktiknya, anggaran menjadi dasar untuk memprediksi kebutuhan di masa mendatang serta mengendalikan pelaksanaannya. Melalui penyusunan anggaran, manajemen dapat memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia (SDM), menetapkan target yang perlu dicapai, serta mengalokasikan dana dengan lebih efisien. Selain itu, anggaran membantu perusahaan mengantisipasi potensi kendala sehingga keputusan dapat dibuat secara cepat, tepat, dan berbasis data.
Namun, dalam realita banyak perusahaan, anggaran sering menghadapi tantangan. Tidak sedikit organisasi yang memiliki anggaran lengkap di atas kertas, tetapi tidak berjalan efektif di lapangan. Penyimpangan yang tidak terkontrol, kurangnya monitoring, serta desain anggaran yang tidak realistis dapat mengakibatkan pemborosan, ketidakefisienan, bahkan mengancam keberlanjutan perusahaan.

Anggaran Dalam Perencanaan dan Pengendalian
Dalam aspek perencanaan, anggaran berperan sebagai pedoman kerja yang memberikan arah bagi setiap departemen. Dengan adanya anggaran, perusahaan dapat menentukan prioritas, memilih program yang tepat, serta memastikan bahwa setiap kegiatan selaras dengan tujuan organisasi. Proses perencanaan pun menjadi lebih terstruktur karena setiap keputusan didukung oleh proyeksi biaya, pendapatan, dan kondisi masa depan.
Sementara itu, dalam aspek pengendalian, anggaran menjadi alat untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan dana. Monitoring anggaran memungkinkan manajemen membandingkan rencana dengan realisasi. Apabila terdapat penyimpangan, perusahaan dapat segera mengambil tindakan korektif seperti menyesuaikan aktivitas, mengurangi biaya, atau menetapkan target baru yang lebih realistis. Dengan demikian, fungsi pengendalian melalui anggaran membantu menciptakan disiplin kerja dan transparansi dalam penggunaan sumber daya perusahaan.

Contoh Kasus
Sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor makanan menyusun anggaran bulanan untuk pengadaan bahan, biaya gas, gaji pegawai, dan promosi. Dengan analisis anggaran, pemilik usaha dapat mengestimasi kebutuhan dana, menentukan harga jual yang tepat, serta menghindari pemborosan. Ketika realisasi biaya melampaui anggaran, pemilik bisa segera mencari solusi seperti mencari pemasok yang lebih terjangkau atau mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak. Evaluasi anggaran seperti ini penting untuk menjaga kestabilan UMKM dan mendorong pertumbuhannya.
Kesimpulan
Analisis anggaran bukanlah sekadar formalitas administratif, melainkan alat strategis yang membantu perusahaan meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian. Dengan memanfaatkan anggaran secara efektif, perusahaan dapat mengurangi pemborosan, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil selaras dengan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Pada akhirnya, kemampuan memahami dan menganalisis anggaran menjadi kompetensi penting bagi para manajer dalam menjaga stabilitas keuangan dan keberhasilan operasional perusahaan.
✍ Catatan:
Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Anggaran Perusahaan, Universitas Tridinanti.










