Jakarta, SumselSatu.com
Seringkali kita jumpai, anak-anak sekolah, utamanya anak-anak Sekolah Dasar yang harus memanggul tas berat di punggungnya setiap hari. Ini tak lepas, dengan banyaknya buku yang harus ia bawa ke sekolah ditambah dengan bekal air minum dan makan siang.
Adakalanya, mereka harus terbungkuk-bungkuk saat pulang sekolah. Sehatkah perilaku demikian?
Faktanya, kebiasaan membawa tas yang berat di punggung anak, tidak hanya akan menghambat pertumbuhan sang anak, tetapi juga menyebabkan masalah pada punggung dan postur tubuhnya.
Dikutip dari Nikita, Dr Zinal Unadkat mengatakan, ”Anak-anak kehilangan minat untuk datang ke sekolah karena adanya tekanan membawa tas berat. Pikiran mereka terbebani dengan berat buku dan ini menyebabkan rentang perhatian yang rendah.”
Menurut Dr Zubeir Patel, berat maksimum yang harus dibawa seorang anak adalah sepersepuluh (10%) dari berat badan mereka termasuk semua hal seperti botol air, kotak makan siang, dan sebagainya.
Selain bisa menghilangkan mood anak, membawa ransel yang sangat berat dapat menyebabkan masalah muskuloskeletal. Terutama jika anak membawa tas hanya di satu bahu. Ini akan memberikan tekanan ekstra di satu sisi, sehingga memiringkan tulang belakangnya.
Dr Zinal juga menunjukkan bahwa tas anak yang diletakkan dan kemudian dibawa kembali oleh anak cenderung lebih berbahaya bagi tulang belakang anak yang terus tumbuh dibandingkan dengan anak yang tetap terus berjalan dengan beban statis.
Dr Zubeir menjelaskan, ”Untuk membawa tas yang berat, anak harus mencondongkan tubuh ke depan. Hal ini menyebabkan berkembangnya postur tubuh yang buruk.”
Tulang belakang adalah kumpulan tulang yang disebut kolom vertebral dengan tulang yang dipisahkan oleh tulang rawan yang disebut disk vertebra interfer dan ditahan dengan tegak oleh otot dan ligamen di sekitarnya.

Kelebihan berat badan memberi tekanan yang tidak semestinya pada otot, ligamen dan disk sehingga akan merusaknya. Dengan kata lain, tas yang berat akan berisiko pada kesehatan dan perkembangan fisik anak karena terjadi hambatan pada pertumbuhannya secara keseluruhannya.
Efek buruk jangka pendek, antara lain:
- Sakit punggung, leher dan bahu disertai kesemutan, mati rasa dan kelemahan di tangan.
- Kelelahan dan perkembangan postur tubuh awal yang buruk.
Efek buruk jangka panjang:
- Tegang pada leher dan bahu, sehingga menyebabkan sakit kepala.
- Kerusakan pada tulang belakang sehingga menimbulkan masalah seperti kyphosis, punggung membungkuk atau membungkuk ke belakang.
- Skoliosis, tulang belakang membungkuk ke samping.
- Mengurangi kapasitas pernapasan akibat tekanan pada paru-paru yang dihasilkan dari postur tubuh ke depan atau ke samping.
- Sakit punggung dan kejang otot saat usia dewasa awal.
- Pertumbuhan tulang kerdil atau abnormal.
Lantas apa yang bisa dilakukan? Ahli lain memberikan saran yang berguna, yakni :
- Ransel biasanya lebih nyaman digunakan daripada tas yang hanya digendong pada satu bahu, tapi ransel pun tidak boleh kelebihan beban.
- Saat membeli tas, belilah tas yang kokoh dan dirancang dengan baik dengan tali pengikat empuk dan lebar yang mengurangi tekanan pada area leher dan bahu. Beli tas dengan tali pengikat yang bisa diubah saat anak mulai tumbuh besar.
- Periksa postur tubuh anak setelah ia meletakkan tasnya. Jika Ibu melihat anak sering mencondongkan tubuh ke depan atau membungkuk, periksa, apakah tas anak terlalu berat atau salah terpasang.
- Pastikan anak hanya membawa barang yang mereka butuhkan untuk sekolah. Keluarkan perlengkapan dan buku sekolah yang tidak perlu. #min