Palembang, SumselSatu.com
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang berupaya mendorong kaum perempuan untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 lewat penyuluhan pendidikan politik yang digelar, Rabu (20/2/2019), di Grand Atyasa, Palembang.
Tema yang diambil dalam penyuluhan ini adalah “Kita tingkatkan partisipasi politik perempuan dalam Pileg dan Pilpres tahun 2019.”
Upaya ini diapresiasi Badan Kesbangpol Sumsel mengingat realita angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 dan Pilgub 2018 terjadi penurunan. Pada Pilpres 2014 persentase partisipasi pemilih 76,49 persen, sedangkan partisipasi pemilih pada Pilgub 2018 turun menjadi 70,9 persen
“Angka partisipasi pemilih pada Pilgub 2018 itu baik, tapi belum memenuhi target pusat 77,5 persen,” kata Kabid Politik Badan Kesbangpol Sumsel, Kurniawan Kantinoko.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih, sengaja dibidik dari pemilih perempuan. Pertimbangannya, karena secara rill jumlah pemilih perempuan lebih dominan. Kendati demikian, Kurniawan menegaskan, perempuan bukan semata-mata obyek politik.
“Untuk kuota keterwakilan perempuan di legislatif sebesar 30 persen. Namun berdasarkan data, di DPRD Sumsel yang duduk hanya 15 orang dari 75 anggota. Sedangkan kuota keterwakilan di DPRD kabupaten dan kota rata-rata 17,3 persen,” bebernya.
Selain untuk mendongkrak partisipasi pemilih dari kaum perempuan, lewat penyuluhan dan pelatihan ini juga diharapkan perempuan tahu hak dan kewajibannya sebagai warga negara. “Kita juga sepakat menolak hoaks,  SARA, money politic,” ucapnya.
Kurniawan mengingatkan, pendidikan politik bukan semata domain pemerintah. Namun seluruh komponen harus ikut berkontribusi memberikan pendidikan politik ke masyarakat.
“Misalnya parpol, mereka mendapat bantuan dana dari pemerintah. Dana tersebut mestinya digunakan untuk memberikan pendidikan politik ke masyarakat, bukan hanya kadernya saja,” pungkas Kurniawan. #nti