
Palembang, SumselSatu.com
Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diminta tidak hanya menunggu laporan tentang kekerasan terhadap anak semata. Tetapi, secara hanya nyata harus melakukan upaya agar anak tidak menjadi korban kekerasan.
“Hendaknya tidak hanya menunggu laporan soal kekerasan anak dari masyarakat saja, namun perlu melakukan upaya pencegahan secara preventif,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru ketika acara pelantikan Komisioner KPAD Sumsel di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Palembang, Senin (20/1/2020).
Gubernur meminta kelima komisioner segera melakukan aksi nyata usai dilantik. Kelima Komisioner KPAD Sumsel adalah Eko Wirawan Z, SH (Ketua), Erlinda, MPd (Wakil Ketua), Yudi Prio Pramono, MSi, M Husain, dan Lela Damayanti, SPsi, Msi (Anggota).
Gubernur berharap KPAD tidak hanya berbuat dan turun ke lapangan saat anak-anak telah menderita karena menjadi kekerasan.
“Setelah dilantik pengurus ini harus segera berbuat, bergerak, baik itu lewat jalur formal, jalur informal, lakukan saja. Tapi jangan hanya fokus menyelesaikan hal itu saat sudah menjadi masalah. Sebelumnya juga harus diselesaikan. Jangan kaku,” kata Deru.
Gubernur mengatakan, sosialisasi tentang untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak harus dilakukan. Deru mencontohkan kegemaran anak menonton Youtube hingga abai dengan lingkungan sekitar.
“Kalau ini kita biarkan tentu salah juga. Karena anak bisa jadi anti sosial. Makanya sosialsiasinya juga jangan hanya formal tapi informal perlu juga, termasuk dengan melibatkan Posyandu,” kata Deru.
Gubernur menaruh harapan besar pada lima Komisioner KPAD Sumsel yang telah dilantik. Sebagai kepala daerah, Deru ingin agar hak-hak anak di Sumsel terlindungi, termasuk anak-anak korban bencana alam.
Di tempat yang sama, Ketua KPAI Dr Sutanto mengapresiasi Gubernur Sumsel Herman Deru karena dinilainya memiliki komitmen besar membangun sistem perlindungan bagi anak-anak di Sumsel.
Sutanto berharap, KPAD Sumsel dapat menunjang perlindungan anak di Sumsel agar semakin baik.
“Pencegahan (kekerasan terhadap anak-red) harus dilakukan dengan berbagai cara, baik di ranah kelaurga maupun satuan pendidikan. Sebab di dua ranah ini kasus kekerasan kerap terjadi,” kata Sutanto.
“Secara detail kami belum membaca data kekerasan anak di sini, tapi kalau dilihat kasus per kasus dari daerah lain, untuk di Sumsel tidak begitu mencuat,” kata dia. #nti