Panjangnya Alur Distribusi Picu Harga Daging Ayam

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Yustianus.

Palembang, SumselSatu.com
Tingginya harga daging ayam di pasaran diakibatkan panjangnya mata rantai distribusi komoditi ini dari peternak sampai ke penjual.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Yustianus saat ditemui di kantor Gubernur Sumsel, Jumat (25/5).

“Dari peternak hingga sampai ke pembeli, setidaknya ada 6-7 mata rantai distribusi yang harus dilewati. Hal inilah yang kemudian dituding menjadi pemicu harga daging ayam tak kunjung stabil, terlebih menjelang puasa hingga hari raya Idul Fitri tiba,” kata Yustianus.

Menurut dia, mata rantai distribusi daging ayam itu cukup sulit diputus. Dari peternak-perusahaan ke broker lalu kepedagang kemudian ke pengecer baru ke konsumen. Selain itu antara suplai dan permintaan juga tak seimbang, lebih banyak permintaan daripada pasokan.

Dinas Perdagangan Sumsel bersama tim Satuan Tugas Pangan hingga kini masih mencari solusi serta berkoordinasi ke peternakan, agar harga daging ayam bisa kembali normal dan sesuai harga acuan yakni Rp 33 ribu/kg.

“Normalnya itu kalau dijual kisaran Rp 35 ribu dan itu sudah sesuai perhitungan. Musim ini kondisi peternakan memang tak begitu bagus, tapi kami yakin harga akan turun nanti. Hari ini di beberapa pasar sudah mulai berangsur turun,” jelasnya.

Dari informasi dihimpun, harga ayam di sejumlah pasar tradisional masih berkisar Rp 40 ribu-Rp47 ribu/kg. Konsumsi daging ayam di Sumsel berkisar 100 ribu kg/hari.

Menurut Yustianus, animo masyarakat terhadap daging ayam beku masih belum positif. Hal ini lebih dikarenakan kebiasaan masyarakat yang lebih menyukai daging ayam potong segar dibandingkan daging es.

“Iya memang, responnya belum begitu bagus seperti laiknya daging kerbau beku. Orang Palembang lebih suka yang segar-segar,” jelasnya.

Sebagai langkah stabilisasi harga pangan selama puasa, Dinas Perdagangan Sumsel sudah melaksanakan operasi pasar (OP) di dua titik, yakni Sukarami dan Sako Kenten. Masyarakat bisa mendapatkan paket sembako murah mulai Rp 50 ribu.

“Target kami selama puasa bisa dilakukan di 10 titik, selain OPD kita juga mengajak perbankan dan BUMN untuk turut serta menggelar pasar murah,” tutupnya. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here