Palembang, SumselSatu.com
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi, SH, MSE, telah mengajukan rotasi pejabat eselon 2 dan 3 kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Serentak yang dijadwalkan 27 November 2024.
“Pengajuan rotasi jabatan tersebut dilakukan sesuai prosedur yang berlaku bagi Pj kepala daerah. Kami sudah mengajukan rotasi jabatan, tapi kami belum terima hasilnya dari Kemendagri, kita tunggu saja,” kata Elen, Selasa (1/10/2024).
Elen menekankan pentingnya percepatan pembangunan selama masa jabatannya. Ia merasa perlu adanya pejabat eselon yang cekatan untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut.
“Jangankan di pemerintahan, pemain bola saja ada keluar masuk. Saya sudah tiga bulan di sini. Jadi saya melihat ada yang sudah pas, ada yang cepat, ada yang lambat, ada setengah cepat dan bahkan ada yang kurang pas. Kami bukan memberhentikan orang,” katanya.
Elen mengungkapkan masih terdapat jabatan eselon yang kosong dan diisi oleh Pelaksana Harian (Plh) atau Pelaksana Tugas (Plt).
“Ini suatu hal yang biasa, ada yang kosong diisi, ada yang lebih pas diisi, tunggu saja persetujuannya dari pusat,” ungkapnya.
Langkah Elen dalam merotasi pejabat eselon 2 dan 3 tersebut menuai kritik dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel H Chairul S Matdiah, SH, MHKes.
Ia menilai, rotasi jabatan menjelang Pemilukada dianggap kurang etis.
“Perombakan ini akan membuat gaduh, karena rotasi jabatan di saat mendekati pelaksanaan Pilkada kurang etis. Terlebih, rotasi menjelang Pemilukada dapat dipastikan ada muatan politis yang tidak elok jika dilakukan oleh seorang Pj Gubernur,” kata Chairul.
Chairul juga meminta agar Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak terpengaruh oleh manuver politik Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi.
“BKN dan Mendagri semestinya tidak ikut arus manuver politik Pj Gubernur Sumatera Selatan. Sehingga kondusifitas daerah tetap terpelihara dengan suasana damai dan aman,” katanya. #fly/kcm