Disusun Oleh:
Cheril Apriyanti, Sri Susanti
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Semester 5, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti (Unanti) Palembang.
ANGGARAN perusahaan memegang peranan fundamental dalam proses perencanaan dan pengendalian manajerial. Dalam perspektif akademik, anggaran tidak hanya dipahami sebagai estimasi pendapatan dan pengeluaran, tetapi juga sebagai instrumen strategis yang mengarahkan organisasi dalam mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Peran ini semakin krusial terutama ketika perusahaan menghadapi dinamika lingkungan bisnis yang penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, penyusunan anggaran yang sistematis menjadi kebutuhan mutlak untuk menjaga stabilitas dan perusahaan.
Secara konseptual, anggaran berfungsi sebagai pedoman bagi perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif. Karena setiap organisasi memiliki keterbatasan aset, tenaga kerja, dan modal, sehingga penyusunan anggaran membantu manajemen menetapkan prioritas yang objektif.
Alokasi sumber daya yang tepat tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan strategis yang dapat menghambat kinerja perusahaan. Dengan demikian anggaran menjadi dasar penting untuk memastikan bahwa setiap rencana kerja layak dijalankan sesuai kapasitas organisasi.
Selain itu, anggaran juga berperan sebagai alat koordinasi antarbagian dalam perusahaan. Melalui kerangka anggaran yang jelas, setiap dapertemen mengetahui batasan, kewenangan, serta tanggung jawab finansialnya. Kejelasan ini menciptakan sinkronisasi program kerja dan mencegah perbedaan kepentingan antardapertemen.
Dalam konteks manajemen modern, koordinasi yang baik akan memperkuat budaya kerja yang akuntabel, transparan, dan terukur, sehingga seluruh unit dapat bergerak selaras menuju tujuan yang sama.
Dari sisi pengendalian, anggaran menjadi alat evaluasi untuk menilai efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional. Manajemen dapat membandingkan anggaran dengan realisasi aktual untuk melihat adanya deviasi. Ketika deviasi terjadi, tindakan korektif dapat segera dilakukan, baik melalui penyesuaian strategi maupun revisi kebijakan. Dengan cara ini, anggaran berfungsi sebagai sistem monitoring yang memastikan perusahaan tetap berada pada jalur pencapaian target.
Lebih jauh, anggaran juga berperan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis. Keputusan mengenai investasi, pembiayaan, pengembangan produk, dan ekspansi pasar membutuhkan data serta proyeksi yang dapat dipertanggungjawabkan. Melalui anggaran, keputusan manajerial tidak hanya berbasis intuisi, tetapi juga pada analisis rasional. Perusahaan yang disiplin dalam proses penganggaran umumnya memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan pasar dan kondisi ekonomi.
Selain fungsi-fungsi teknis tersebut, anggaran juga memengaruhi pola pikir dan budaya kerja karyawan. Ketika anggaran disusun secara jelas dan mudah dipahami, karyawan mengetahui target, tanggung jawab, serta batasan yang harus dijaga dalam melaksanakan tugas. Anggaran menjadi alat untuk menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan integritas kerja, bukan sekadar dokumen angka-angka keuangan.
Proses penyusunan anggaran juga memperkuat komunikasi internal. Setiap departemen harus mengusulkan kebutuhan dan menyelaraskan rencana kerja dengan prioritas perusahaan. Proses ini membantu menciptakan kerja sama antardepartemen dan memastikan seluruh unit memiliki pemahaman yang sama mengenai arah perusahaan. Dengan kata lain, anggaran tidak hanya mengatur aspek finansial, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat integrasi organisasi.
Dari perspektif eksternal, anggaran yang profesional meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan seperti kreditur, investor, dan mitra bisnis. Perencanaan yang baik menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengelola risiko dan mengambil keputusan berdasarkan analisis yang matang. Hal ini memperkuat citra perusahaan sebagai organisasi yang stabil, transparan, dan memiliki visi yang jelas.

Relevensi Anggaran di Era Sekarang Terhadap Perilaku Gen Z
Dalam konteks perkembangan dunia bisnis saat ini, peran anggaran menjadi semakin strategis karena perusahaan tidak lagi hanya menghadapi kompetisi lokal, tetapi juga persaingan global yang sangat dinamis. Transformasi digital, tingginya inflasi, perubahan perilaku konsumen pascapandemi, hingga ketidakpastian ekonomi membuat penyusunan anggaran menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas perusahaan.
Di era modern yang dipenuhi tantangan ekonomi global, disrupsi digital, kenaikan biaya operasional, serta perubahan perilaku masyarakat pascapandemi, anggaran menjadi alat strategis yang menentukan keberlanjutan perusahaan. Salah satu fenomena yang turut mempengaruhi proses penganggaran adalah perubahan tren konsumsi generasi muda, terutama Gen Z, yang kini mendominasi struktur demografis Indonesia. Gen Z memiliki karakteristik unik: cepat berubah, sangat digital, sensitif terhadap harga, kritis terhadap kualitas layanan, dan mengutamakan pengalaman (experience) dibanding sekadar produk. Perubahan perilaku ini membuat perusahaan harus lebih fleksibel dalam menyusun anggaran agar mampu menyesuaikan strategi pemasaran dan operasional.
Dalam dunia ritel seperti minimarket, perilaku Gen Z sangat menentukan arah anggaran karena kelompok inilah yang paling sering berbelanja kebutuhan harian, minuman, makanan ringan, produk kosmetik, hingga kebutuhan digital. Mereka juga cenderung lebih responsif terhadap promo dan program membership. Oleh karena itu, anggaran perusahaan kini harus memprioritaskan alokasi dana untuk promo berbasis aplikasi, peningkatan stocking produk yang sedang viral, dan pengembangan layanan digital seperti belanja online, metode pembayaran QR, hingga loyalty points.
Selain perubahan konsumen, tren sosial saat ini juga menuntut perusahaan untuk memasukkan anggaran pada aspek keberlanjutan (sustainability) seperti pengurangan sampah plastik, efisiensi energi di toko, dan kerja sama dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Masyarakat, terutama Gen Z, menunjukkan preferensi tinggi terhadap bisnis yang peduli terhadap lingkungan dan memberi dampak sosial. Secara strategis, hal ini mendorong perusahaan untuk tidak lagi menyusun anggaran yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.
Kondisi ekonomi global yang fluktuatif, kenaikan biaya logistik, dan perubahan regulasi pemerintah membuat penganggaran harus dilakukan secara lebih adaptif. Banyak perusahaan kini beralih ke rolling budget atau flexible budgeting, mengikuti perubahan pasar secara cepat. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menyesuaikan strategi operasional setiap tiga bulan atau bahkan setiap bulan sesuai kondisi terbaru.
Dari perspektif manajerial, anggaran kini bukan lagi sekadar angka, tetapi alat navigasi strategis untuk memastikan perusahaan tetap relevan dalam menghadapi generasi konsumen baru dan dinamika ekonomi yang tidak dapat diprediksi. Penyusunan anggaran yang responsif terhadap tren anak muda, perkembangan teknologi, dan situasi ekonomi makro akan membuat perusahaan memiliki daya saing yang kuat serta kelincahan dalam menghadapi perubahan.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa anggaran merupakan instrumen strategis yang memberikan arah, struktur, dan kontrol dalam pengelolaan perusahaan. Tanpa anggaran yang disusun secara komprehensif, perusahaan berpotensi menghadapi ketidakefisienan, kesalahan perencanaan, dan lemahnya koordinasi internal. Oleh karena itu, penerapan sistem penganggaran yang baik tidak hanya menjadi kebutuhan teknis, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dan daya saing perusahaan.
✍️ Catatan :
Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Anggaran Perusahaan Universitas Tridinanti.










