Rakor KONI Jaring Saran dari Pengprov

RAKOR-Foto bersama usai pelaksanaan Rakor KONI Sumsel.

Palembang, Sumselsatu.com
KONI Sumsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) 2017 dengan Pengprov dan pengurus KONI Kabupaten/Kota Se-Sumatera Selatan di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat – Sabtu (13-14/10/2017).
Rangkaian acara dibuka pada Jumat Malam oleh Gubernur Sumsel yang di wakilkan oleh Asisten Kesejahteraan H Akhmad Najib dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh olahraga Sumsel. Hadir juga Kadispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo, ketua pengprov cabor, ketua KONI kabupaten dan kota serta tamu undangan lainnya termasuk pengurus KONI Sumsel dan sesepuh tokoh olahraga.
Pada pembukaan tersebut, juga sekaligus merayakan haru ulang tahun KONI yang ke 79 dengan pemotongan nasi tumpeng.
Sementara di hari kedua, pelaksanaan rakor berjalan cukup alot, peserta bergantian menyampaikan pandangan dan masukannya untuk memajukan olahraga di Sumatera Selatan.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Sumsel Ahmad Yani yang juga mewakili beberapa cabor lain, mengeluhkan, biaya yang dikenakan PT Jakabaring Sport City (JSC) atas latihan pembinaan atlet.
“Itu tentu sangat memberatkan cabor, apalagi atlet ini latihan bisa tiap hari,” ucapnya.
Beda lagi dengan yang disampaikan Ketua KONI OI Iklim Cahya. Dia meminta KONI Sumsel untuk tegas dalam memberikan status pada atlet Sumsel. Pihaknya berharap, saat ada atlet yang berprestasi di tingkat Sumsel, maka sebaiknya langsung diambil alih soal pembinaan sebagai atlet binaan KONI Sumsel. 

KONI OI pun ikut mengeluhkan soal anggaran yang kerap menjadi kendala dalam mengembangkan cabor unggulan di kabupaten ‘Caram Seguguk’ ini. Dalam Rakor ini, masih banyak lagi keluh kesan dan masukkan dari peserta.
Dari sekian banyak yang disampaikan, berkutat pada tiga hal. Pertama soal finansial, di mana cabor mendapatkan suntikan dana yang dirasa masih kurang.
Kedua, masing-masing Pengprov mengeluhkan PT Jakabaring Sport City yang memungut biaya untuk program pembinaan atlet di Sumsel. Ketiga, soal Porprov yang bakal digulirkan satu bulan lagi. Meski banyak lagi masukan yang disampaikan, namun tiga hal ini dirasa paling urgen untuk segera direspons.
Wakil Ketua KONI Sumsel Dhennie Zainal dalam rumusan Rakor, dalam rumusan Rakor pun telah mencantumkan akan berkoordinasi dengan PT JSC dan juga DPRD Kabupaten/Kota dan kepala daerah untuk membantu soal pendanaan cabor unggulan di daerah tersebut.
KONI Sumsel akan melayangkan surat kepada DPRD Kabupaten/Kota dan juga DPRD Provinsi serta Bupati atau walikota terkait hal ini.
“Finansial salah satu menjadi fokus dalam rakor kali ini,” ujarnya.
Sementara untuk Porprov, Dhenie menegaskan, jika pembukaan bakal digelar di Stadion Garuda, 18 November nanti.
“Kira-kira bakal diikuti 3.624 atlet nantinya,” ujarnya. Untuk regulasi sudah sangat jelas dan tidak mengalami banyak perubahan, sesuai dengan buku panduan yang telah diserahkan KONI Sumsel beberapa waktu lalu.

“Tapi untuk cabor menembak, ada nomor senjata api, itu belum termuat dalam buku panduan yang kita serahkan. Perlu kita sampaikan, peserta minimal berusia 21 tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel Ahmad Taqwa menambahkan, Rakor yang digelar pihak KONI Sumsel memang ditujukan untuk menjaring keluh kesah Pengprov dan Pengurus KONI Kabupaten/Kota di Sumsel.
Rakor menjadi momentum bagi KONI Sumsel untuk mendapatkan masukkan untuk memajukan prestasi atlet di Sumsel.
“Kita sudah dapatkan apa yang kita inginkan, dan akan segera kita tindaklanjuti ke depan,” ucapnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here