Satu Tahun Toha-Rohman di Muba: Utang Rp350 Miliar Lunas, Angka Kemiskinan Turun Drastis ke 9,97 Persen

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Toha Tohet dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen. (FOTO: DISKOMINFO).

Sekayu, SumselSatu.com

Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Haji Toha Tohet dan Wakil Bupati Abdur Rohman Husen, Bumi Serasan Sekate mencatatkan lompatan strategis. Di bawah nakhoda pasangan yang dilantik langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini, Pemkab Muba berhasil menyehatkan fiskal daerah sekaligus menekan angka kemiskinan hingga ke level satu digit.

Langkah berani diambil Bupati Toha di awal masa jabatannya dengan melunasi utang daerah senilai kurang lebih Rp350 miliar. Kebijakan ini diambil untuk memastikan ruang fiskal Muba kembali sehat dan mampu membiayai program prioritas secara mandiri.

“Pelunasan utang bukan sekadar angka, tetapi strategi menjaga ruang fiskal agar pembangunan ke depan lebih leluasa dan berkelanjutan. Dengan kondisi keuangan yang transparan dan akuntabel, kapasitas pembiayaan program prioritas menjadi lebih kuat,” tegas Toha.

Keberhasilan paling mencolok terlihat pada sektor kesejahteraan sosial. Angka kemiskinan di Muba yang sebelumnya berada di angka 12,88 persen, berhasil ditekan secara signifikan menjadi 9,97 persen pada akhir 2025.

Salah satu penggerak utamanya adalah Program Keluarga Maju (PKM) yang diluncurkan pada 18 Desember 2025. Program ini memberikan modal usaha produktif langsung ke rekening keluarga penerima manfaat melalui Bank Sumsel Babel.

Di sektor sumber daya manusia, Pemkab Muba melakukan penataan birokrasi besar-besaran. Sepanjang 2025, sebanyak 151 CPNS dan 2.838 PPPK resmi dilantik, disusul formasi periode kedua sebanyak 2.563 orang.

Inovasi layanan publik juga dipercepat melalui PADUKA ANTAT MUBA, layanan antar gratis dokumen kependudukan langsung ke rumah warga. Mall Pelayanan Publik (MPP), pusat perizinan terpadu satu pintu yang lebih efisien. Penyerahan bantuan mobil untuk 75 desa guna memperkuat pelayanan sosial di tingkat akar rumput.

Sektor kebutuhan dasar tidak luput dari perhatian. Program BASANAK digulirkan untuk menekan angka stunting, sementara di bidang pendidikan, Pemkab menyalurkan beasiswa sarjana, beasiswa Tahfidz, hingga program seragam sekolah gratis yang diluncurkan pada 24 Desember 2025.

Di bidang olahraga, Muba menunjukkan taringnya dengan menjadi tuan rumah sekaligus Juara Umum Porprov-Peparprov Sumsel 2025, yang turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.

Menatap 2026: Fokus Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kepala Bappeda Muba Dr Mursalin, SE, MM, menambahkan bahwa pada 2026, Pemkab akan memfokuskan pembangunan pada pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Satu tahun ini adalah fondasi. Meski ada tantangan penurunan transfer pusat, kami mengoptimalkan pendanaan non-APBD melalui forum CSR serta sinergi dengan Pemprov dan APBN. Target kami adalah digitalisasi UMKM dan pelatihan vokasi sesuai pasar kerja,” urai Mursalin.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkab Muba optimistis Bumi Serasan Sekate akan semakin berdaya saing di tahun-tahun mendatang. #hms

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here