Palembang, SumselSatu.com
Sebanyak 24 dosen dan karyawan Universitas Sjakhyakirti (Unisti)
yang beralamat di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Kelurahan 32 Ilir, Palembang, berangkat umrah pada 2-10 Februari 2023.
Ketua Yayasan Sjakhyakirti Bambang Hariyanto mengatakan, 24 dosen dan karyawan itu dilepas pada, Selasa (31/1/2023). Keberangkatan umrah merupakan program religi Unisti yang setiap tahun dilaksanakan. Yakni, berangkat ke tanah suci dengan umrah bersama.
“Untuk tahun ini Unisti memberangkatkan 24 orang dosen dan karyawan tetap untuk umrah bersama,” ujar Bambang, Minggu (5/2/2023).
Menurut Bambang, program umrah bersama dosen dan karyawan Unisti telah menjadi agenda rutin, namun karena pandemi Covid-19 selama dua tahun ke belakang program umrah ini terhenti.
“Setelah Pemerintah Saudi Arabia membuka pintu jamaah umrah, pada awal Februari 2023, Unisti kembali memberangkatkan jamaah umrah,” lanjutnya.
Para dosen dan karyawan memiliki program tabungan umrah dan jumlahnya cukup banyak. Pascapandemi, karena adanya kenaikan biaya umrah, Unistisi hanya memberangkatkan 24 orang.
“Mestinya bisa lebih banyak,” kata Bambang yang juga advokat senior di Palembang.
Bambang mengatakan, sudah berbicara dengan Rektor Unisti agar program ini terus berlanjut dan tahun depan dengan program yang lebih baik lagi, dengan lebih banyak jamaah yang bisa berangkat.
“Kepada calon jamaah umrah yang berangkat tahun ini kita titip doa, mudah-mudahan selama melaksanakan ibadah umrah ikut mendoakan terbaik untuk yayasan, dan perkembangan universitas menjadi lebih baik,” harapnya.
Rektor Unistisi Palembang Prof Dr Ir Agoes Thony mengatakan, pogram umrah sudah berlangsung sejak tahun 2008 dan terus rutin belangsung dan sempat tertunda dua tahun karena Covid-19.
Ketua Pelaksana Arastulip menambahkan, 24 calon jamaah umrah yang berangkat merupakan keberangkatan jamaah yang keempat dari Unisti.
“Semua karyawan dan dosen Universitas Sjakhyakirti bisa diberangkatkan tapi kira atur dulu, diutamakan karyawan dan dosen tetap,” katanya. #Ari