Palembang, SumselSatu.com
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Lesty Nuraini menyampaikan, anggaran untuk biaya akomodasi konsumsi Rumah Sehat Jakabaring telah terealisasi kurang lebih Rp2 miliar untuk April 2020.
Rumah Sehat Jakabaring disiapkan sebagai tempat karantina/isolasi bagi orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan pasien dalam pengawasan (PDP), dan juga sebagai pusat screening.
“Masih tersedia Rp4,7 miliar yang akan digunakan untuk bulan Mei dan Juni,” ungkap Lesty saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2020).
“Pada prinsipnya penganggaran untuk kebutuhan bidang kesehatan dilakukan bertahap, menyesuaikan kebutuhan riil seiring perkembangan Covid-19 di Sumsel,” tambah Lesty.
Dia menyampaikan, peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sebagai supporting bagi kabupaten dan kota. Pemerintah Kabupaten/Kota juga memiliki bantuan tak terduga (BTT). Selain hal itu, bantuan dari Pemerintah Pusat, BUMN, swasta, juga cukup banyak dan telah didistribusikan secara proporsional melalui Dinkes Kabupaten/Kota maupun rumah sakit (RS).
“Kebutuhan anggaran ke depan selain tetap untuk menunjang kegiatan tracing, tes laboratorium maupun screening dan treatment, diperlukan juga untuk kegiatan promotif preventif, evaluasi, dan monitoring,” urainya.
“Sesuai SK, BTT tahap pertama, anggaran bidang kesehatan Rp76,3Miliar, hingga saat ini terealisasi secara fisik lebih dari 90 persen. Sedangkan realisai keuangan masih rendah karena masih dalam proses administrasi pembayaran,” tambah Lesty.
Lesty menghimbau masyarakat, disiplin dan mengikuti aturan protokol kesehatan (Protkes) dengan cara memakai masker, mencuci tangan, dan tingkatkan ketahanan tubuh.
“Mari kita bersama sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” katanya.
Di awal Lesy menyamapaikan, pihaknya sedang menyusun perencanaan anggaran Tahap II yang akan segera mereka ajukan.
“Anggaran untuk insentif tenaga kesehatan dan juga penunjang telah tersedia untuk beberapa bulan ke depan hingga Desember,” katanya.
“Persediaan keperluan APD, BMHP, reagensia untuk pemeriksaan laboratorium, BMHP, obat-obataan, dan lainnya masih cukup. Jadi sedang dipersiapkan kebutuhan untuk Juli sampai Desember,” tambah Lesty. #nti