Palembang, SumselSatu.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang Yudistira mengatakan, untuk inflasi Kota Palembang pada Februari 2024 sebesar 0,21 persen.
“Inflasi ini disebabkan kenaikan bahan pokok, yaitu daging ayam ras, beras, dan cabai. Untuk tiga komoditi pokok ini saja mencapai 0,16 persen,” ujar Yudistira saat merilis inflasi di kantor BPS Palembang, Jumat (1/3/2024).
Dia mengatakan, Palembang mengalami inflasi lebih besar dibandingkan daerah lain seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim dan Lahat .
“Tiga kabupaten itu secara skala lebih kecil untuk pemantauan pasarnya. Di daerah juga lebih dekat dengan sumber pangan, sehingga bisa lebih murah harganya. Dan di daerah juga skala lebih kecil sehingga intervensi untuk bantuan juga lebih kecil dibanding Palembang,” katanya.
Pada rilis inflasi triwulan satu pada April mendatang, pihaknya memastikan inflasi tidak terhindari lantaran melewati masa Ramadan dan mendekati lebaran Idul Fitri.
“Sehingga menuju April mendatang bagaimana upaya pemerintah agar inflasi tidak tinggi dan dapat terkendali,” katanya.
Terpisah, Pj Walikota Palembang Drs H Ratu Dewa, MSi, mengatakan, inflasi Palembang masih dalam kondisi terkendali.
“Inflasi yang harus diwaspadai dipengaruhi oleh harga daging, beras, dan cabai. Ini yang harus terus lakukan pemantauan harga di pasaran dengan cara melakukan operasi pasar murah,” katanya.
Terkait stok pangan, dan ketersediaan komoditi pokok, Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan aman untuk menghadapi Ramadan dan lebaran.
“Untuk kesediaannya kita jaminan dari Bulog ini aman,” katanya. #ari