
Palembang, SumselSatu.com
H Chairul S Matdiah, SH, MHKes, sering mendapat teguran dari Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT) saat menerima uang yang tidak jelas dari oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.
“Saya memahami kejadian yang menimpa saya itu sebagai peringatan dan teguran dari Allah SWT agar tidak menerima uang yang tidak jelas atau bisa disebut pemberian uang gratifikasi,” ujar Chairul, Senin (23/9/2024).
Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel itu sering menerima sejumlah uang yang dimasukkan dalam sebuah amplop tanpa nama, yang diletakkan di atas meja dan kursi di dalam ruangannya.
Selain uang yang tidak jelas asal usulnya itu, Chairul mengaku kerap menerima pemberian uang dari sejumlah oknum ASN yang memiliki kepentingan di DPRD Sumsel.
“Oknum ASN itu memberikan sejumlah uang dalam rangka memuluskan anggaran yang mereka ajukan. Saya tidak mau menerima pemberian uang itu karena ada saja kejadian aneh yang saya alami saat menerima uang tersebut,” ujar Chairul.
Kejadian aneh apa yang dimaksud? Menurut Chairul, ada saja musibah yang dia alami saat menerima uang tersebut seperti gigi patah, jam tangan pecah karena terjatuh dan mengalami kecelakaan mobil.
“Pernah tiga gigi saya patah karena terpeleset di kamar mandi saat menerima uang itu. Kemudian saya pernah mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai mobil BMW X6 dan jam Franck Muller Original saya pecah karena terjatuh,” katanya.
Setelah serangkaian kejadian aneh itu Chairul tidak mau menerima uang yang tidak jelas karena sudah mendapat peringatan dari Allah SWT. Dia menilai lebih banyak mudharat atau kerugian yang dia dapat ketimbang manfaatnya.
“Jadi bukan kebetulan, tapi saya anggap itu peringatan dan teguran dari Allah SWT. Semenjak saat itu saya tidak mau menerima uang yang tidak jelas, karena kerugian yang saya alami jauh lebih besar. Untuk memperbaiki jam Franck Muller Original saya menghabiskan Rp15 juta, belum lagi untuk memperbaiki mobil BMW X6 saya merogoh kocek jutaan rupiah,” tambah wakil rakyat dari Partai Demokrat itu.
Chairul juga menolak anggapan
pengembalian uang gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) sebagai media untuk mendapatkan perhatian publik.
“Itu komitmen saya untuk tidak mau menerima uang haram itu, dan hanya menerima yang menjadi hak saya sebagai anggota dewan seperti gaji, tunjangan maupun perjalanan dinas,” katanya.
Sekretaris DPRD Sumsel Periode 2011-2023 Ramadhan S Basyeban, SH, MM, saat dimintai tanggapannya membenarkan hal tersebut.
“Memang Chairul S Matdiah sosoknya seperti itu. Saya juga mengetahui dia mengembalikan uang itu ke KPK RI secara langsung. Beliau orang baik dan jujur,” ujar Ramadhan. #fly