Alami Gejolak Batin dan Dua Kali Cangkok Ginjal (Part 3)

DIRAWAT---Chairul S Matdiah dirawat di dalam pesawat menuju Mount Elizabeth Hospital usai menjalani operasi cangkok ginjal di Kamboja. (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

Gejolak batin mulai dirasakan Chairul S Matdiah, SH, MHKes, setelah 19 tahun menjalani profesi pengacara. Terlebih saat dia divonis dokter mengalami infeksi ginjal pada tahun 2005.

“Tahun 2005 saya kena infeksi ginjal dan berobat di Rumah Sakit Primaya Pusat Gereja Indonesia Cikini atau Rumah Sakit Cikini. Ada 5 kantung nanah di ginjal saya,” ujar Chairul.

Setelah divonis menderita infeksi ginjal, Chairul dibawa kakak angkatnya Ir Irwan Effendi, untuk menjalani operasi di Mount Elizabeth Hospital Singapura. Chairul dirawat oleh Dr Lye Wai Choong, dokter internis dengan sub spesialis ginjal (nefrologi) yang praktik di Mount Elizabeth Hospital. Lye Wai Choong merupakan lulusan dokter dari Australia, Singapura, dan Inggris.

“Dr Lye Wai Choong bilang ke saya, Chairul, carilah ginjal kalau tidak mau cuci darah di tahun 2007. Kalau tidak mau cuci darah, siapkanlah dari sekarang,” ujar Chairul mengulang ucapan Dr Lye Wai Choong ketika itu.

Setelah mendapat penjelasan Dr Lye Wai Choong, perasaannya berkecamuk. Ada perasaan cemas, takut dan kalut jika harus menjalani cuci darah. Bayang-bayang menjalani cuci darah dalam jangka panjang, terus membayanginya.

Alhamdulillah adek misan saya, mak aku dan bapak dia dua beradek, dan dia secara sukarela kasih ginjalnya. Namanya Bambang Sugiarto,” katanya.

“Kenapa dia mau kasih ginjalnya ke saya karena saya misannya, dia mau lihat kakaknya hidup. Sekarang dia (Bambang Sugiarto) masih hidup dan dalam kondisi sehat. Dia kasih ginjalnya tidak dibayar alias gratis,” sambungnya.

Setelah mendapat pendonor ginjal, dia langsung menjalani operasi transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal, yakni prosedur bedah untuk mengganti organ ginjal yang telah mengalami kerusakan akibat gagal ginjal kronis stadium akhir.

“Operasi pertama dilakukan tahun 2007 di Mount Elizabeth Hospital. Operasi cangkok ginjal itu berhasil, namun saya harus tetap rajin mengonsumsi obat,” ujar Wakil Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Sumsel periode 2003-2008.

Penderitaan Chairul rupanya belum berhenti. Tahun 2013, dia terkena serangan jantung dan harus dipasang Ring 3 atau alat bantu yang berperan penting dalam mengatasi penyumbatan pembuluh darah koroner di jantung.

“Saya menjalani operasi jantung di RS Medistra Jakarta Selatan oleh Prod dr T Santoso S, MD, FACC, FESC. Sebelumnya tahun 2003, jantung saya juga sudah dipasang ring oleh Prof dr Ali Gani di Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang,” katanya.

“Setelah berobat di Jakarta, saya dibawa ke Mount Elizabeth Hospital untuk menjalani kontrol bersama dokter Richard,” sambung dia.

Penyakit jantung yang dialami Chairul berimbas pada kondisi ginjalnya. Operasi cangkok ginjal yang pertama hanya bertahan 11 tahun.

“Ya, cangkok pertama bertahan 11 tahun. Kata dokter tergantung kondisi tubuh masing-masing. Ada orang yang bertahan 22 tahun hingga 30 tahun usai operasi cangkok ginjal. Apalagi saya ada penyakit kencing manis. Kata dokter penyebabnya karena kecapean dan kurang minum air putih,” ucapnya.

Karena kondisi tubuh yang menurun, Chairul harus kembali mendapatkan pendonor ginjal. Kabar gembira datang di tahun 2018. Dia mendapat informasi ada pendonor ginjal di negara Kamboja.

“Tahun 2018 saya kembali cangkok ginjal yang kedua di Kamboja. Saya berada di Kamboja selama 9 hari, 7 hari menginap sebelum operasi dan 2 hari menjalani operasi. Setelah operasi berhasil, saya harus menyewa pesawat pribadi menuju Singapura untuk dirawat di Mount Elizabeth Hospital,” tutur Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) periode 2006-2009.

Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk donor ginjal dan operasi cangkok ginjal?

“Tidak usah disebut nominalnya, yang pasti mahal,” katanya.

Mencapai Rp5 miliar sekali operasi cangkok ginjal?

“Iya miliaran. Biaya RS dan peralatan yang mahal. Seperti cangkok ginjal yang kedua, saya bayar ginjalnya dari orang Kamboja, harus menyewa pesawat pribadi menuju Singapura, karena setelah operasi saya kan tiduran di pesawat. Dan biaya menginap sembilan hari di Kamboja dan satu bulan perawatan di Singapura,” terang Chairul.

Untuk cangkok yang kedua bertahan berapa lama?

“Mudah-Mudahan ini yang terakhir dan cangkok ginjal ini bertahan hingga saya meninggal dunia. Mohon doanya agar saya tetap diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Amin!,” kata Chairul. (Bersambung…..).

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here