
Palembang, SumselSatu.com
Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama (ASN Kemenag) harus cepat merespon perkembangan digital yang semuanya tanpa sekat atau batas.
Demikian disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama RI Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo saat melakukan pembinaan kepada seluruh ASN Kemenag Sumsel di Hotel Beston, Kamis (6/4/2023).
Wibowo menyampaikan, seluruh ASN Kemenag sejatinya adalah hubungan masyarakat (Humas). Di mana ASN menjadi pihak yang menjernihkan suasana bila ada berita hoax terkait Kemenag. Selain itu, ASN Kemenag juga diminta untuk responsif terhadap perkembangan dunia digital.
“harus cepat merespon perkembangan dunia digital, siapa yang tidak siap tergilas,” ujar Wibowo.
Wibowo menyampaikan, salah satu program Kemenag adalah tranformasi digital. Karena itu, dia meminta ASN dapat menguasai teknologi informasi, karena komunikasi dan informasi publik merupakan kekuatan utama menuju reputasi institusi Kemenag.
“Humas itu adalah etalasenya Kemenag, bagaimana membuat Kemenag tampil cerah, lebih baik dari sebelumnya, menyampikan kebijakanKementerian Agama pada masyarakat dan capaian Kementerian Agama,” tegasnya.
Dikatakan Wibowo, selain melakukan tranformasi digital, Kemenag telah melakukan langkah langkah perubahan. Kemenag sudah mengalami perubahan sejak Gusmen Yaqut Cholil Qoumas dilantik, ia mengubah pandangan Kememag yang bukan untuk satu Agama saja tapi untuk semua Agama.
“Kemenang adalah milik masyarakat Indonesia yang beragam baik agama, maupun adat istiadat. Dulu orang menilai Kemenag khusus melayani umat Islam, kesan yang muncul bias Islamnya lebih kental. Pandangan itu saat ini berubah. Saya juga perlu menyampaikan apa yang disampaikan Gusmen, yaitu jadikanlah agama sebagai inspirasi bukan aspirasi,” katanya.
Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menucapkan selamat datang kepada Stafsus Menteri Agama, serta dapat memberikan wejangan kepada ASN Kemenag Sumsel bagaimana memproyeksikan kualitas layanan publik lebih baik lagi. #Ari