Berdayakan Kaum Ibu, PT PEP Asset 2 Limau Field Ajak Warga Kelolah Toga

ANTUSIAS----Ibu-ibu warga Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih, terlihat antusias mengikuti pelatihan pengolahan tanaman herbal Program CSR PT PEP Asset 2 Limau Field. (FOTO: SS1/IST/DOK.PT PEP ASSET 2 LIMAU FIELD.

Prabumulih, SumselSatu.com

Lokasi Desa Karya Mulya di Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih, yang jauh dari pusat kota, membuat warga di sana kesulitan mengakses lembaga atau instansi layanan kesehatan. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga belum ada di desa tersebut.

Sulitnya akses layanan kesehatan masyarakat itu, beberapa waktu lalu disampaikan warga kepada PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 Limau Field.

Menindaklanjuti keluhan warga tersebut, PT PEP Asset 2 Limau Field mengajak masyarakat Desa Karya Mulya memanfaatkan pekarangan rumah dengan ditanami tanaman obat keluarga (Toga).

Pada Kamis (1/8/2019) lalu, PT PEP Asset 2 Limau Field menyelenggarakan pelatihan cara mengelolah Toga menjadi obat herbal kepada puluhan kaum ibu di Desa Karya Mulya.

Ahli herbal dr Riantika Maharani memberikan pengetahuan mengenai manfaat sejumlah tanaman herbal, cara pengolahan, dan dosis yang digunakan untuk pengobatan.

“Pelatihan pengolahan obat herbal salah satu solusi permasalahan bagi masyarakat di Desa Karya Mulya. Sebab, dalam focus group discussion, FGD, yang digelar sebelumnya bersama masyarakat, ada permasalahan kesehatan yang dikeluhkan,” ujar Fredrick Roma Parulian, Limau LR Assistant Manager.

Kegiatan yang dilakukan PT PEP Asset 2 Limau Field melalui dana Program Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility. Diharapkan, apa yang telah dilakukan PT PEP Asset 2 Limau Field memberikan dampak positif, menjadi solusi bagi masyarakat selama ini, dan membantu peningkatan ekonomi masyarakat.

“Pemberdayaan masyarakat melalui Program CSR wujud komitmen terhadap pemenuhan tanggungjawab sosial perusahaan dengan masyarakat lingkungan sekitar,” tambah M Nur, Limau Field Manager.

Yoto, salah satu peserta mengatakan, tidak ada Puskesmas di desanya.

“Kami mengalami kesulitan untuk berobat. Dengan adanya pengobatan herbal ini, kami bisa mengobati penyakit sendiri sebagai pengobatan awal, sebelum harus ke Puskesmas,” kata Yoto.

“Dan pelatihan yang diberikam ini sangat bermanfaat sekali,” tambahnya. #gky

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here