
Palembang, SumselSatu.com
Gerakan Indonesia Bijak mengajak ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palembang untuk menghindari hoaks dan bijak dalam menggunakan media sosial (medsos). Dengan cara ini, diharapkan tidak ada terjadi perpecahan di masyarakat seusai pesta demokrasi.
Ajakan disampaikan melalui kegiatan traniner for trainer dengan tema ‘Optimalisasi Penggunaan Media Sosial’ yang digelar di Hotel Rio, Sabtu (3/11/2018).
Pengagas Gerakan Indonesia Bijak, Yohanes Joko, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menularkan pemikiran kalau menggunakan medsos harus bijak.
“Latar belakangnya ketika pilkada DKI, masyarakat terbelah yang diakibatkan medsos. Ada perseteruan antara kelompok cebong dan kampret. Kita ingin melatih teman-teman menjadi trainer tentang media sosial bijak. Mengajak teman-teman lain menggunakan media sosial secara bijak,” ujarnya.
Salah satu trainer yakni Musliha mengatakan, pihaknya merasakan kegelisahan yang sama di Indonesia. “Kami ingin menambah energi positif, menggaungkan persatuan Indonesia. Karena kita punya tagline cerdas, kerja, dan optimis,” ucapnya.
Musliha menambahkan, acara ini digelar di delapan kota, dan Palembang adalah kota ke delapan. “Pengguna internet mencapai 63 juta orang dan dominan penggunaan media sosial. Sasaran kita adalah pemuda, karena produktif. Kita ingin memberikan dampak positif, nanti kita belajar tentang optimalisasi media sosial. Sangat besar pengaruhnya di segala penjuru, terutama di Indonesia,” bebernya.
Menurut Musliha, pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini, para pemuda tidak salah lagi menggunakan media sosial, karena bisa menyaring informasi. “Semakin banyak yang memahami penggunaan medsos, maka tidak menebar hoaks,” pungkasnya. #nti