Disdik Palembang Rehab 49 Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto.

Palembang, Sumsel Satu.com

Tahun ini Dinas Pendidikan Kota Palembang merehab 49 sekolah dengan rincian 36 SD dan 13 SMP. Ke depan, rehab SD dan SMP akan diprioritaskan setiap tahun, karena kondisi sekolah di Palembang masih banyak yang rusak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto, Selasa (27/3/2018).

Ahmad Zulinto mengatakan, tahun ini pihaknya merehab 49 sekolah yakni 36 SD dan 13 SMP. Itulah prioritas Disdik Palembaang setip tahun. “Sekolah di Palembang dalam kondisi layak belajar diperkirakan selesai pada 2022, kita sudah hitung itu. Kita bangun bukan hanya mengganti ruang kelas yang lama tapi ruang kelasnya ditambah,” ujarnya.

Zulinto menambahkan, Senin kemarin dia meresmikan ruang kelas di SD Negeri 104. “5 ruang kelas yang lama dibangun dan ditambah 5 ruang baru. Sebelumnya SD Negeri 19 direhab 3 ruang lama dan ditambah 5 ruang kelas baru. Itu kita buat 2 lantai,” bebernya.

Menurutnya, perhatian Pemkot Palembang dengan menganggarkan dana untuk rehab sekolah sangat diapresiasi orang tua siswa.

“Mereka sangat berterima kasih, karena sekolah tempat anaknya belajar, direhab dan kondisinya sangat layak untuk belajar bagi siswa. Karena sekolah itu belum direhab sejak 1990. Para orang tua sangat bersyukur,” paparnya.

Menurut Zulinto, rasio anak wajib belajar dengan jumlah ruang kelas masih belum seimbang. Oleh sebab itu, Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk merehab sekolah harus terus berlanjut. “Kalau Kadisdiknya bukan saya dan nanti rehab sekolah distop, itu artinya dia tidak paham pelayanan,” ucapnya.

Zulinto menambahkan, rehab sekolah harus dilaksanakan dan penambahan ruang kelas harus dilakukan. “Kami sekarang dengan DPRD Kota Palembang sedang menggarap Perda SPM. Jadi anggaran untuk SPM harus bertahan, tidak boleh turun,” ungkapnya.

Ketika disinggung sekolah di Palembang masih banyak yang kebanjiran, Zulinto menuturkan, itu menjadi PR bagi Disdik Palembang. Oleh sebab itu, pihaknya akan membuat program pembangunan tuntas bagi sekolah yang langganan banjir. “Sekolah banjir itu bukan hanya sekarang. Jadi harus di-clearkan, nanti sekolah di atas rawa akan dibangun gedung, halaman upacara, halaman untuk olahraga dan akses jalan yang memadai.

“Untuk akses jalan kita koordinasikan dengan PU. Sehingga akses siswa ke sekolah tidak banjir lagi,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here