
Palembang, SumselSatu.com
Gubernur Sumsel Herman Deru mengajak bupati dan walikota serta kapala organisasi perangkat daerah (OPD) di Sumsel, untuk membuat program kerja berdasarkan data yang akurat dan resmi.
“Saya ajak bupati, walikota dan kepala OPD untuk membuat program berdasarkan lembaga resmi seperti BPS,” ujar Herman Deru ketika membuka Rapat Teknis Pemantapan Statistik Pertanian dan Program Nasional Ketahanan Pangan 2018 di Palembang, Selasa (23/10/2018).
Deru juga meminta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten/Kota di Sumsel untuk segera berkoordinasi dengan kepala daerah.
“Karena kepala daerah berasal dari komunitas yang berbeda, sehingga dalam membuat kebijakannya harus berpegangan pada data. Misalnya penambahan irigasi, pupuk, pemberian alat pertanian, penempatannya sesuai kebutuhan,” kata Gubernur.
Sebelumnya Deru mengaku, dirinya sangat berpegang pada data.
“Untuk melakukan tindakan, kebijakan, program, tidak pernah saya lari dari data, ini (data-red) GPS dan kompas bagi saya,” katanya.
Deru menceritakan pengalamannya 10 tahun menjadi Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT).
“Setiap kebijakan saya menggunakan data. Jangan membuat keputusan dan kebijakan publik, jangan berdasarkan masukan politis. Kerjasama yang terjalin, karena data akurat. Tujuannya, mau infrastruktur, tujuannya cuma satu, untuk kesejehteraan masyarakat,” kata Gubernur.
“Saya cek terakhir data di OPD 2015, baik kerusakan jalan dan produktivitas pertanian. Saya kurang memahami statistik. Terima kasih BPS sudah aktif melakukan update datanya. Karena bagaimana mungkin kepala daerah atau kepala negara membuat kebijakan tanpa data. Harapan saya dibuka selebar lebarnya data sebenarnya untuk menambah informasi,” tambah Deru.
Gubernur mengatakan, data BPS sangat penting, terutama berkaitan dengan ketahanan pangan dan pertanian di Sumsel.
Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Tri Wahyuningsih menambahkan, BPS tugasnya memotret segala macam informasi yang disampaikan ke OPD.
“Perencanaan dan program tidak hanya berdasarkan feeling. Tapi berdasarkan data yang ada,” katanya.
Dia menambahkan, terkait ketahanan pangan di Sumsel, sebagai penyandang pangan nasional.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sini,” katanya
Endang menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian di Sumsel ada di urutan ketiga. Yang pertama adalah pertambangan, dan kedua adalah industri.
“Untuk bidang perikanan dan peternakan saat ini sudah ok, karena menjadi salah satu subpertanian,” kata Endang. #nti