
Palembang, SumselSatu.com
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru diharap dapat memfasilitasi pembangunan kantor Bawaslu di 17 kabupaten dan kota di Sumsel. Saat ini, kantor Bawaslu di 17 kabupaten dan kota masih berstatus sewa.
Harapan tersebut dilontarkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) Abhan pada acara peresmian gedung kantor Bawaslu Sumsel, Jumat (23/11/2018).
Abhan pun mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumsel atas bantuan pembangunan gedung Bawaslu Sumsel.
“Harapan kami, 17 kabupaten dan kota lain juga menghibahkan tanah dan bangunan untuk kantor Bawaslu. Karena gedungnya masih sewa. Syukur alhamdulilah kalau bapak Gubernur bisa memfasilitasi pemberian tanah dan bangunan kantor Bawaslu,” ujar Abhan.
Terkait persiapan menghadapi pemilu tahun depan, Ketua Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto, menuturkan, untuk pengawasan tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019, satu TPS diawasi satu orang pengawas, jadi total 25 ribu pengawas TPS. Mereka akan direkrut sebulan sebelum pencoblosan.
“Tugasnya mengawasi proses sampai pemungutan suara, perhitungan suara, dan rekapitulasi suara. Kita akan melakukan bimbingan teknik untuk membekali mereka terkait tugas pengawas di TPS. Selain itu, kita akan membekali petugas pengawas TPS dengan surat tugas,” bebernya.
Disinggung mengenai keterlambatan pemberian alat peraga kampanye (APK) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Iin menegaskan, itu akan segera dibahas.
Menurut dia, kejadian itu tidak hanya di Sumsel namun juga di provinsi lain. “Semua mengalami keterlambatan. Itu jelas merugikan kontestan pemilu,” katanya.
Untuk pelanggaran kampanye, kata Iin, kebanyakan terjadi pelanggaran pengrusakan APK dan pelanggaran penyelenggara serta netralitas aparatur sipil negara (ASN). “Saat ini untuk di Sumsel baru satu pelanggaran,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, dirinya tidak sekadar melihat gedung Bawaslu Sumsel yang  baru, tapi fungsi gedungnya juga. Karena di gedung ini masyarakat Sumsel menggantungkan demokrasinya.
“Gedung ini dibangun dengan dana APBD Provinsi. Masyarakat Sumsel mayoritas warganya dewasa dalam berdemokrasi. Sumsel bagian NKRI, sangat senang menyambut 17 April 2019,” paparnya.
Herman Deru menuturkan, pemilu ini ada sekian ribu calon legislatif (caleg). Ini memberi rezeki bagi usaha, mulai dari jasa penyebaran informasi, jasa percetakan, digital printing kaos, pamplet, brosur. Ini bukan pesta demokrasi saja, tapi berdampak pada perekonomian.
“Harapan saya Bawaslu lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Pemprov Sumsel siap bekerja sama berupaya menegakkan demokrasi,” tandasnya. #nti