
Palembang, SumselSatu.com
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru akan meminta bupati dan walikota di Sumsel, untuk memberikan upah yang setimpal kepada perawat yang menjadi honorer.
“Honor mereka minim, bahkan ada yang nol. Kami akan buatkan surat ke Kabupaten/Kota untuk memberikan upah yang setimpal sesuai jenjang,” ujar Herman Deru, usai menerima Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Sumsel, di Kantor Pemprov Sumsel, Rabu (6/2/2019).
Gubernur tak hanya mendorong agar para tenaga kesehatan itu diperhatikan dalam pemenuhan hak mereka untuk mendapat upah. Namun, Deru juga siap meng-cover jaminan kesehatan bagi para perawat yang belum menjadi pegawai tetap tersebut.
“Soal BPJS Kesehatan, kalau identitas mereka (para honorer) ini jelas, dan kabupaten dan kota belum mau cover, kami (Pemprov Sumsel-red) siap cover,” kata Deru.
Mengenai keluhan para honorer yang tidak mendapatkan pembayaran kapitasi jasa dari tindakan yang dilakukan dengan pembayaran BPJS, Deru menyatakan, akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Menteri Kesehatan (Menkes) RI.
“Kalau itu urusannya Permenkes nggak bisa Pergub. Tapi tetap akan kami bantu dengan menyurati Menkes. Akan kami catat dan usulkan,” kata Gubernur.
Tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K), Deru menuturkan, para honorer dapat berkoordinasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Kalau memang ada domain saya di situ, saya akan dorong, akan saya teken,” kata Deru.
Koordinator Wilayah (Korwil) GNPHI Agus Prayitno menyampaikan, banyak hal yang mereka sampaikan kepada Gubernur Sumsel. Salah satunya yang paling mendesak adalah mengenai status mereka.
“Kami datang hari ini ingin minta agar ada SK satu pintu untuk kami semua di Sumsel,” kata Agus.
Agus mengatakan, di Sumsel, ada sekitar 5253 honorer yang memiliki status beragam dengan delapan jenis surat keputusan (SK). Salah satunya SK penugasan dari Puskemas.
“Sejak tahun 2005, upah kami nol, kami juga tidak ada BPJS. Padahal perawat sebagai ujung tombak pelayanan akan banyak penyakit yang mengampiri. Untuk itu kami minta cover,” kata Agus.
Dia mengaku lega setelah bertemu Gubernur secara langsung dan mendapat respon positif.
“Alhamdulillah Gubernur mendukung dan mau mengirim surat edaran ke kepala daerah untuk kenaikan upah kami,” kata Agus. #nti