
Palembang, SumselSatu.com
Jemaah Haji Embarkasi Palembang
menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), Minggu (11/6/2023) pagi. Jemaah haji itu bernama
Nur Zainudin Ahmad Darun (77), dari Kelompok Terbang (Kloter) 3 asal Kabupaten OKU Timur (OKUT).
Dalam rilis yang disampaikan, Almarhum disalatkan di Masjidil Haram setelah Salat Ashar dan dimakamkan di Pemakaman Sharaya yang berada di pinggiran Kota Mekah
Ketua Kloter 3 Syarifudin mengatakan, sejak awal keberangkatan dari embarkasi, Almarhum termasuk kategori jemaah lansia dan risiko tinggi. Almarhum berangkat didampingi putra kandungnya Arman Toha (44).
“Setelah sempat dirawat di RSAS, Almarhum meninggal dunia. Saya bersama dokter kloter dan anak kandungnya mengurus administrasi pemulasaran beliau. Setelah itu kami mengikuti proses pemakaman Almarhum, sejak dari memandikan, menyolatkan dan menguburkan,” jelas Syarifudin.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumatera Selatan (Kemenag Sumsel) Syafitri Irwan menambahkan, total jemaah Embarkasi Palembang yang meninggal di Arab Saudi berjumlah dua orang.
Sebelumnya, ada jemaah asal Palembang, yaitu Mustafa Husin Syatri dari kloter 7 yang meninggal di Madinah dan dimakamkan di Pemakaman Baqi. Adapun jemaah yang meninggal di embarkasi ada satu orang, yaitu Turiyah dari OKU Timur.
“Sesuai aturan, almarhum akan dibadalhajikan oleh petugas haji Indonesia. Program Badal Haji ini merupakan bagian dari layanan yang disiapkan pemerintah bagi jemaah yang memenuhi kriteria, yaitu jemaah yang meninggal di Asrama Haji Embarkasi atau Embarkasi antara, saat dalam perjalanan ke Arab Saudi atau di Arab Saudi sebelum wukuf. Juga untuk jemaah yang sakit dan tidak dapat disafariwukufkan serta jemaah yang mengalami gangguan jiwa,” jelas Syafitri.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang didapat dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah jemaah Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi hingga siang ini berjumlah 48 orang.
Syafitri berharap para jemaah Embarkasi Palembang dapat menjaga kondisi kesehatan dan mengatur waktu dengan baik. Mereka diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi puncak haji di masa Armuzna 8-13 Zulhijjah.
“Mengingat cuaca Mekah semakin panas, para jemaah diimbau untuk melaksanakan Salat Dzuhur dan Ashar di mushola hotel. Jangan sampai karena semangat beribadah sunnah, justru lalai dengan kondisi kesehatan. Perhatikan dan ikuti arahan dari para petugas. Jangan sungkan meminta bantuan petugas. Banyaklah mengonsumsi air putih dan vitamin,” pesan Syafitri.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelanggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sumsel Armet Dachil menjelaskan, hingga hari ini Embarkasi Palembang telah memberangkatkan 5023 jemaah.
Rinciannya, 3890 jemaah asal Sumsel, 1064 asal Bangka Belitung (Babel), dan 69 petugas kloter. Menurut Armet, seluruh jemaah Sumsel yang diberangkatkan saat ini sudah berada di Kota Mekah.
“Untuk Embarkasi Palembang, tinggal jemaah Babel yang masih berada di Madinah,” kata Armet. #Fly