Jumpa Malaysia di Final Sepak Takraw

MOMENTUM EMAS-LOLOS KE FINAL-Tim sepak takraw nomor regu putra Indonesia lolos ke partai final setelah berhasil mengalahkan Korea Selatan, Senin (27/8/2018).

Palembang, SumselSatu.com

Timnas sepak takraw Indonesia berhasil menghentikan perlawanan dari timnas Korea Selatan nomor regu putera Asian Games 2018 dengan skor 2-0 (21-19, 21-16), di lapangan 1 Ranau Sport Hall, Jakabaring Sport City, Senin (27/8/2018).

Tampil dengan skuat terbaik, Indonesia yang menurunkan Muhammad Hardiansyah Muliang, Nofrizal dan Abdul Halim Radjiu serta Victoria Eka Prasetya secara bergantian, mampu mengatasi perlawanan alot Korea Selatan. Meski dibuat kesulitan di game pertama, Indonesia yang bermain menyerang sukses merebut kemenangan dengan skor tipis, 21-19. Di game kedua, Korea Selatan yang dapat mengimbangi Indonesia tetap gagal meraih kemenangan.

Game kedua kembali dimenangkan skuad Asry Syam, 21-16. Kemenangan ini mengantarkan Indonesia lolos ke fase akhir sekaligus memutus rentetan kegagalan di dua nomor sebelumnya. Pada nomor tim regu dan ganda, Indonesia selalu mentok di semifinal hingga harus puas meraih medali perunggu. Di partai final, Indonesia akan melawan menghadapi Malaysia, Selasa (28/8/2018). Tim Harimau Malaya sebelumnya telah lebih dulu mengandaskan Singapura di babak semifinal.

Usai pertandingan, Radjiu Abdul Halim mengatakan, jika pertandingan melawan Korea Selatan tadi cukup ketat. Selama pertandingan, mereka terus fokus untuk dapat poin untuk dapat tiket ke final.

“Pelatih juga mengubah taktik di pertandingan ini, saya turun pertama justru di pertandingan ini, biasanya dari cadangan,” ucap pemain yang berposisi Tekong ini.

Sejak awal pertandingan, dia bersama rekan-rekannya terus berusaha fokus dan berikan yang terbaik. Spirit menjadi kunci dari kemenangan dari tim Korea Selatan itu. Apalagi, dalam beberapa event, timnas Indonesia jarang menang dari Korsel.

“Itu juga yang menjadi motivasi bagi kami untuk dapat menang. Apalagi ini di Asian Games bermain di kandang sendiri,” ucapnya.

Soal lawan Malaysia, pelatih pastinya sudah punya rencana akan taktik dan strategi yang bakal dimainkan.

“Kita siap saja melawan Malaysia dan menerapkan taktik serta strategi dari pelatih itu,” ucapnya.

Sementara itu, Pelatih Takraw Indonesia Syam Asry memberikan apresiasi pada mental anak asuhnya, karena pertandingan berjalan dengan sangat ketat. Di laga terakhir, di final melawan Malaysia harus tetap sama bahkan ditingkat lagi.

“Soal strategi kita sudah siapkan, tapi memang tidak bisa kita sebutkan. Sekarang atlet kita istirahatkan dulu,” katanya.

Dia hanya berpesan kepada Muliang, Nofrizal, Abdul Halim, Saiful dan Prasetyo untuk bermain lepas. Mereka harus memberikan permainan terbaiknya di laga puncak, karena selangkah lagi mereka akan mengukir sejarah dan mempersembahkan medali emas buat Indonesia di ajang Asian Games.

“Kita harus berjuang keras untuk dapat medali emas itu,” ucapnya. 0zal

Sementara itu, Malaysia sendiri mengakui jika Indonesia menjadi rival yang berat dan mengalahkan tuan rumah juga bukan perkara mudah. Berbagai pengalaman ketika Indonesia dan Malaysia bertanding selalu menghadirkan kontroversi. Namun dipastikan ketika pertandingan nanti tidak akan ada masalah besar yang terjadi. Terlebih, Malaysia menganggap Indonesia sebagai adik-beradik.

“Setiap pertandingan negara kita dengan Indonesia, selalu mendatangkan rivalitas, persaingan terjadi memang ketat. Tapi kita harap tidak ada peristiwa yang membuat keributan dan kericuhan. Dengan suasana bermain nanti, saya akui akan tegang. Tapi tidak ada masalah besar karena kita adik-beradik,” ujar Dato Seri Abdul Azim Mohd Zabidi, Chef De Mission Deputy President Of The Olympic Of Malaysia.

Sementara ketika disinggung mengenai target, Malaysia mengakui kemampuan mereka belum bisa memenuhi keinginan medali yang diraih. Sebab hingga detik ini, Malaysia sendiri baru mendapatkan dua emas di cabang olahraga Bowling dan Squash.

“Malaysia belum mencapai target, peluang cabor lain masih ada. Seperti takraw final, optimis emas, kalau Indonesia kasih secara cuma-cuma lebih senang. Dan untuk target klasemen kami tak terlalu berfokus dengan harapan besar, terpenting pencapaian hasil emasnya,”tambah dia.

Selain itu, Malaysia juga memuji suporter Indonesia saat mendukung atlitnya bertanding. Mereka menilai, Indonesia memiliki dukungan besar dari masyrakat dengan agresifitas tinggi.

“Ya saya salut suporter indonesia, beri paling baik waktu dukung atlit bermain. Kompak, dan suporter Indonesia mempunyai tingkat agresif yang tinggi,” tutup dia. #ari

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here