Kacamata Peserta SBMPTN Ikut Diperiksa

Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff

Palembang, Sumselsatu.com – Pengawasan ketat akan dilakukan panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sriwijaya (Unsri). Selain mewaspadai praktik perjokian, panitia juga mengawasi atribut semua peserta termasuk hal kecil seperti kacamata.

“Semua peserta kita periksa, seperti pemeriksaan kacamata untuk meminimalisir kecurangan. Peserta hanya diperkenankan membawa pensil, penghapus, nomor peserta dan ijazah, selain itu tidak boleh membawa benda lain,” ujar Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff, Senin (15/5/2017).

“Selain itu, kita juga mewaspadai praktik perjokian, di mana kita sudah melakukan kerja sama dengan kepolisian. Nanti ada polisi yang berpakaian preman di kampus. Kalau ada yang terbukti menggunakan joki akan langsung kita proses,” tambahnya.

SBMPTN tahun 2017 akan dilaksanakan, Selasa (16/5/2017), dengan menggunakan dua metode yakni Computer Bassed Test (CBT) dan Paper Bassed Test (PBT). Jumlah peserta yang ikut ujian sebanyak 51.281 orang, di mana kuota masuk Unsri hanya 30 persen dari jumlah peserta.

“Jumlah meningkat sekitar 8 ribu peserta dari tahun lalu. Kita mengimbau peserta untuk datang lebih cepat karena terlambat 30 menit akan dinyatakan gugur oleh panitia,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Panlok SBMPTN Unsri Prof Dr Zulkifli Dahlan meminta peserta untuk tidak membawa kendaraan pribadi saat ujian guna menghindari kemacetan dan penumpukan kendaraan. Apalagi, kemacetan selalu terjadi setiap tahun saat pelaksanaan SBMPTN digelar. (Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here