Ogan Ilir, SumselSatu.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan Polres Musi Rawas (Mura) bersama tiga pilar mendapatkan apresiasi Mabes Polri. Penghargaan diberikan Asisten Operasi (As Ops) Mabes Polri Irjenpol M Iriawan kepada Kapolres Mura AKBP Pambudi, SIK.
Selain Kapolres Mura, Kapolres OKI, Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Ilir (OI) juga menerima penghargaan atas penanganan Karhutla.
Penghargaan diberikan Irjenpol M Iriawan didampingi Kapolda Sumsel Irjenpol Agung Budi Maryoto, saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Desa Sungai Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (15/8/2017).
Kapolres Mura AKBP Pambudi, SIK, menyampaikan, penghargaan yang diterima bukan hanya berkat kerja keras Anggota Polri di lapangan. Namun, juga atas kerjasama yang baik dari semua komponen masyarakat.
“Kami (Polres Mura-red) telah membuat 53 lebih sekat kanal, menyebar 1.449 lembar maklumat, dan 136 spanduk himbauan larangan membakar hutan dan lahan. Silahkan dicek secara langsung ataupun melalui media sosial Polres Mura,” ujar Pambudi kepada SumselSatu.com.
Dia megatakan, hampir setiap hari dalam kurun waktu dua bulan terakhir, pihaknya bergerak dalam hal penanganan Karhutla.
“Pendekatan humanis yang kami utamakan dalam hal pencegahan Karhutla. Sampai saat ini belum terjadi kebakaran yang berskala besar di Kabupaten Mura dan Muratara,” katanya.
“Memang masih ada beberapa lahan yang terbakar di Kabupaten Mura dan Muratara, dengan luas tidak lebih dari dua hektar. Dalam penanganannya, kami mengambil langkah dengan melakukan penyelidikan, memberi garis polisi, dan tanda lokasi lahan dalam penyelidikan,” tambahnya.
Kata Pambudi, Pemerintah Desa dan pemilik lahan dipanggil untuk dimintai keterangan. Sampai saat ini belum ditemukan unsur sengaja dalam kebakaran hutan dan lahan yang terjadi.
“Ke depan Polres Mura akan terus mengintensifkan penanganan pencegahan Karhutla. Torehan ini bukan menjadikan kami puas diri. Namun akan dijadikan motivasi untuk berbuat lebih baik dalam penanganan Karhutla,” Pambudi.
Dia menambahkan, beberapa program penanganan Karhutla telah disiapkan. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi masyarakat sebagai pioner dalam mengkampanyekan larangan membakar hutan dan lahan.
“Saat ini beberapa komunitas masyarakat peduli api telah kami libatkan dalam kegiatan patroli Karhutla. Ke depan akan diperkuat dengan peranan Linmas Desa yang dijadikan kader dalam memberikan sosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan serta menjaga lingkungan baik di Kabupaten Mura dan Muratara,” kata Pambudi. (gky)