
Palembang, SumselSatu.com
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (23/4/2020) petang, melakukan rukyatul hilal untuk mengetahui awal Ramadhan 1441 Hijriyah.
Pemantauan dilakukan dari atap Gedung Rafa Tower, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Kegiatan dipimpin Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Sumsel Dr H M Alfajri Zabidi, MM, MPdI, didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam H Putloro Setiono. Hadir pula para tokoh agama, organisasi massa Islam, serta awak media.
Kata Alfajri, tepat Pukul 18:00:51 WIB, saat terbenamnya matahari di Palembang, pihaknya melakukan rukyatul hilal.
“Karena tertutup awan, hilal tidak dapat di-rukyat di Palembang. Namun, berdasarkan perhitungan atau hisab, hilal sudah ada pada ketinggian 3 derajat 45 menit 40 detik di atas ufuk mar’i. Azimut matahari terbenam 12 derajat 43 menit 58 detik di utara titik barat dan azimut bulan terbenam 10 derajat 29 menit 55 detik di utara titik barat,” terang Alfajri.
“Intinya, hilal sudah di atas 2 derajat, maka tanggal 1 Ramadhan 1441 H diperkirakan jatuh hari Jumat, 24 April 2020 besok,” tambahnya.
“Namun kami masih menunggu hasil sidang isbat yang dilaksanakan setelah Shalat Maghrib malam ini di Jakarta dengan dipimpin langsung Menteri Agama,” kata Alfajri lagi.
Sebelumnya ia menyampaikan, hasil rukyatul hilal disampaikan langsung kepada Kemenag RI melalui Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah guna menjadi bahan pada sidang isbat di Jakarta.
Di awal dia menyampaikan, seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia diinstruksikan tetap melaksanakan rukyatul hilal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pelaksanaan sidang isbat, meski di tengah kasus Covid-19.
“Namun teknisnya agak berbeda. Jika tahun lalu, siapa saja boleh menyaksikan atau mengikuti kegiatan rukyatul hilal, namun tahun ini rukyatul hilal dilakukan Kanwil Kemenag bersama Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah, instansi terkait, ormas Islam, dan tokoh masyarakat, dibatasi maksimal 10 orang, serta menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan dan senantiasa menjaga jarak,” kata Fajri.
Sebelum memasuki area rukyat, seluruh peserta diukur suhu tubuhnya. Satu instrument, baik theodolite, teleskop, maupun kamera rukyat, hanya untuk satu orang. Para peserta rukyat dilarang berkerumun di sekitar peralatan rukyat. #nti