
Palembang, SumselSatu.com
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang kembali melakukan aksi demo di gedung DPRD Provinsi Sumsel, Senin (24/9/2018), meminta pemerintah mengembalikan kedaulatan pangan dengan mengurangi impor pangan.
Koordinator Aksi, Sigit Muhaimin mengatakan, lewat aksi ini pihaknya mengajukan lima tuntutan. Pertama, meminta Presiden untuk segera mengentaskan persoalan ekonomi di Indonesia. Kedua, meminta institusi Polri meminta maaf secara tertulis dan lisan kepada seluruh kader HMIÂ se-Indonesia.
“Kita meminta Presiden untuk mengusut tuntas kasus persekusi mahasiswa yang dilakukan oleh oknum Polri. Kami juga meminta kembalikan kedaulatan pangan dengan mengurangi impor pangan,” kata Sigit.
Menurut Sigit, jika pemerintah tetap melakukan impor beras maka banyak yang dirugikan. Karena harga beras akan lebih murah sehingga petani yang akan rugi.
“Siapa yang akan diuntungkan dari kebijakan ini? Justru petani yang akan jadi korban. Lagi-lagi masyarakat kecil yang jadi korban,” kata Sigit.
Ke persoalan lain, Sigit mengungkapkan, pihaknya mengutuk keras persekusi yang dilakukan oleh oknum kepolisian, salah satunya di Bengkulu. “Kami minta oknum kepolisian yang melakukan kekerasan tersebut ditindak,” tegas Sigit.
Anggota DPRD Sumsel, Aksweni, saat menerima para pendemo, mengatakan, akan segera menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pihak terkait. Pihaknya sebagai wakil rakyat berkewajiban menerima dan menyampaikan kepada pihak yang berwenang terhadap tuntutan yang disuarakan para mahasiswa.
“Kami sampaikan permohonan maaf karena pimpinan dan anggota DPRD Sumsel sedang melakukan reses di dapil masing-masing,” ujar dia. #nti