Palembang, SumselSatu.com
Pembangunan jalan tol yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Kota Lubuklinggau dipastikan akan dilanjutkan karena merupakan prioritas proyek strategis nasional didasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 131 Tahun 2023 dan pengerjaan tahun 2024.
Dalam Perpres itu menjelaskan tahun ini sampai akhir 2024 mendatang baru akan diupayakan pengerjaan proyek tahap 1 dan tahap II.
“Sementara tahap III dan IV kemungkinan dilakukan pada era pemerintahan yang baru atau setelah masa jabatan Presiden Jokowi berakhir. Dalam Perpres itu akan diupayakan tahap I dan II, pihak swasta untuk diikutsertakan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lubuklinggau Asril Asri, Senin (21/8/2023).
Asril meminta, masyarakat untuk bersabar dan diminta untuk ikut mendukung terkait dengan pembebasan lahan tol Lubuklinggau.
“Masyarakat harap bersabar, kita minta dukungannya, terutama keterkaitan dengan pembebasan lahan,” kata Asril.
Diketahui, dari total perencanaan pembangunan jalan tol sepanjang 95 kilometer (KM), baru selesai dibangun seksi 3, yakni Bengkulu-Taba Penanjung dengan panjang 17 KM.
“Untuk jalan tol, dokumen penlok (penetapan lokasi) sampai hari ini belum ada review. Dokumennya sudah selesai. Dan sampai hari ini belum ada revisi,” katanya.
Asril mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Lubuklinggau hanya sebatas menyiapkan sarana penunjang simpang susun masuk dalam desain exit tolnya.
“Untuk jalan menuju exit tolnya. Jadi ada trase baru yang nanti untuk mempersingkat dari simpang empat jalan yang sudah dicor itu kemungkinan yang bakal tembus ke Rahma,” ujarnya.
Kemudian, untuk titik exit tol Lubuklinggau sendiri direncanakan jalan masuk Lingkar Selatan kurang lebih 2,5 KM. Kondisi jalannya sekarang sudah dicor yang masih masuk daerah Mesat wilayah Lubuklinggau Timur.
“Jadi untuk trase jalan tol dan exit tol Lubuklinggau kemungkinan di empat wilayah yakni Air Kati, Jukung, Binjai dan termasuk Mesat,” ujarnya.
Jalan Tol pertama di Bengkulu, yaitu Tol Bengkulu-Taba Penanjung, diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (20/7/2023). Jalan tol yang menghubungkan Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu dan Desa Sukarami, Kabupaten Bengkulu Tengah, tersebut dibangun sepanjang 17 kilometer.
Dibagi 3 Seksi
Jalan Tol Lubuklinggau-Bengkulu terbagi menjadi 3 seksi. Seksi 1 Tol Lubuklinggau-Kepahiang sepanjang 54,5 KM saat dalam tahap persiapan.
Jika telah beroperasi, bisa diestimasikan perjalanan dari exit tol Kepahiyang ke Lubuklinggau menghabiskan waktu lebih kurang 30 menit dengan kecepatan rata-rata 100 KM/jam.
Seksi 2 Tol Kepahiang-Taba Penanjung sepanjang 23,7 KM juga dalam tahap persiapan. Jika tol ini telah selesai dan beroperasi, diestimasikan jarak tempuh pengendara 15 menit dengan kecepatan rata-rata kendaraan 100 KM/jam.
Sedangkan Seksi 3 Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17, 6 KM telah beroperasi dan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jika diestimasikan, perjalanan dari Taba Pemanjung-Bengkulu dapat ditempuh dengan waktu lebih kurang 12 menit dengan kecepatan rata-rata 100 KM/jam.
Artinya jika seluruh ruas tol Lubukkinggau-Bengkulu selesai dibangun dan beroperasi, jarak tempuh pengendara dari Curup ke Bandara Silampari di Kota Lubuklinggau memakan waktu 73 menit atau 1 jam 13 menit.
Bagian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)
Ruas Jalan Tol Lubuklinggau-Curup-Bengkulu merupakan salah satu bagian ruas jalan tol utama pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Jalan Tol Trans Sumatera memiliki 28 ruas sepanjang 2.837 KM terbagi menjadi dua ruas yaitu Tol Utama (backbone) sepanjang 1.913 KM dan ruas Tol Sirip (feeder) sepanjang 924 KM.
Pangkas Waktu Perjalanan 3 Jam
Selama ini pengendara dari Kota Lubuklinggau jika ingin ke Bengkulu melalui jalan lintas membutuhkan waktu 3 hingga jam tergantung kecepatan kendaraan.
Nah jika Tol Bengulu-Lubuklinggau seluruhnya beroperasi, nantinya pengendara bisa lebih menghemat waktu perjalanan hingga 3 jam dibandingkan melalui jalan lintas. Pengendara bisa tersenyum karena hanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam untuk sampai ke Bengkulu dari Kota Lubuklinggau atau sebaliknya.
Terintegrasi Pelabuhan Baai
Keberadaan Tol Lubuklinggau-Bengkulu nantinya akan terintegrasi dengan Pelabuhan Baai. Jika semua pembangunan tol selesai, bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan ekonomi daerah dan konektivitas wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu.
Sementara itu, Ruas jalan Tol Muaraenim-Lubuklinggau yang nantinya akan terhubung dengan Tol Lubuklinggau-Bengkulu sudah dipastikan dibangun. Sebab, proyek pembangunan ruas Tol Muaraenim-Lubuklinggau sudah masuk dalam Perpres Proyek Strategis Nasional. #ari