
Palembang, SumselSatu.com
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya (Swj) Mayjen TNI Yanuar Adil memberangkatkan 350 Prajurit Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 12/Satria Bhuana Prakasa (SBP) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Darat yang akan bertugas menjaga wilayah perbatasan Negara Republik Indonesia (RI)-Malaysia, di Dermaga Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Senin (4/9/2023).
Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada Kodam II/Swj khususnya kepada prajurit Yonarhanud 12/SBP tentunya sangat membanggakan, karena bagi prajurit tugas merupakan amanah, kehormatan, harga diri dan kebanggaan.
“Sehingga harus dapat dilaksanakan dengan paripurna sesuai dengan jati diri. Yaitu, sebagai Prajurit Rakyat, Prajurit Pejuang, Prajurit Nasional dan Prajurit Profesional,” ujar Mayjen TNI Yanuar.
Oleh karena itu, sambung Yanuar, laksanakan tugas ini dengan penuh totalitas, semangat pengabdian, disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Dengan berbekal kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama melaksanakan latihan.
“Saya yakin kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh pimpinan TNI, bangsa dan negara, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Dikatakan Yanuar, wilayah perbatasan merupakan beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bernilai strategis bagi kedaulatan negara.
Tugas pengamanan perbatasan darat negara yang akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).dan Kalimantan Utara (Kaltaru), merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam operasi perang selain perang (OMSP), sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yaitu Menegakkan Kedaulatan Negara, Mempertahankan Keutuhan Wilayah NKRI serta Melindungi Segenap Bangsa Indonesia.
“Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang akan menjadi tempat penugasan kalian, memiliki kerawanan berupa pergeseran patok tapal batas, pembalakan hutan, penambangan liar, mobilitas TKI ilegal, perdagangan ilegal serta penyelundupan Narkoba dan minuman keras,” katanya.
Yanuar berharap agar keberadaan Satgas Yonarhanud 12/SBP di dua provinsi tersebut tidak saja dapat mengamankan wilayah perbatasan, akan tetapi juga mampu membantu mengatasi kerawanan tersebut.
“Oleh karena itu, laksanakan tugas ini dengan penuh totalitas dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Jalin komunikasi dan koordinasi dengan Polri, Pemda, Bea Cukai, Imigrasi, Balai Karantina, Aparat Korwil setempat dan Tentara Diraja Malaysia yang bertugas di perbatasan,” katanya.
Pangdam juga menekankan agar setibanya di daerah penugasan, segera beradaptasi dengan lingkungan.
“Pahami situasi dan kondisi wilayah dengan berbagai permasalahan yang ada. Lakukan analisa situasi dengan tepat sehingga terhindar dari kesalahan dalam pengambilan keputusan. Jaga nama baik Kodam II/Swj dan hindari segala bentuk pelanggaran serta perbuatan tidak terpuji, dengan memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI di manapun kalian berada,” katanya.
Sebanyak 350 personel Satgas yang dipimpin Komandan Batalyon Arhanud 12/SBP, Letkol Arh Agus Prijambodi, SSos, MIP, diberangkatkan ke wilayah perbatasan dengan menggunakan KRI Teluk Parigi-539, yang akan melakukan perjalanan melalui jalur laut ke Kalimantan ditempuh sekitar kurang lebih 7 hari. #nti