Peduli Ekosistem Lagu Anak Indonesia, Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Persembahkan KILA Ke-5

FOTO BERSAMA---Edi Irawan, Ketua Tim Kerja Apresiasi dan Literasi Musik Direktorat Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek saat foto bersama. (FOTO: SS 1/YANTI).

Palembang, SumselSatu.com

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media kembali mempersembahkan Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) yang ke-5.

Ketua Tim Kerja Apresiasi dan Literasi Musik Direktorat Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek Edi Irawan mengatakan, KILA merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen dalam membentuk ekosistem lagu anak Indonesia. KILA di tahun 2024 menghadirkan sosialisasi di berbagai kota, dan Kota Palembang menjadi penghujung kegiatan sosialisasi KILA di tahun 2024.

Palembang menjadi pilihan melakukan sosialisasi, karena banyaknya potensi bibit-bibit.penyanyi anak. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar mengikuti lomba menyanyi dan cipta lagu anak KILA. Bahkan salah satu pemenang lomba menyanyi KILA (Abner Jackson Pakpahan) berdomisili di Kota Palembang.

Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang dan Dinas Kebudayaan Kota Palembang, KILA melakukan sosialisasi dalam bentuk pengenalan program dan berbagi
informasi mengenai lagu anak sebagai jembatan komunikasi materi belajar di hadapan sekitar 200 tenaga pendidik. Serta kunjungan ke beberapa sekolah PAUD dan SD.

Beberapa sekolah yang telah dikunjungi antara lain TK Negeri 2, TK Aisyiyah 4 Palembang, TK Nusa Indah 4, TK Pusri, Sekolah Dasar Negeri 40, Sekolah Dasar Negeri 106, Sekolah Dasar Negeri 109, Sekolah Dasar Negeri 129, Sekolah Dasar Xaverius 1, Sekolah Dasar Al Azhar 45, Sekolah Dasar IMC, Sekolah Dasar Harapan Mulia, Sekolah Dasar Indo Global Mandiri, Sekolah Dasar Az- Zahrah dan Sekolah Dasar Al Furqon.

“Upaya kemendikbudristek ini, adalah untuk menyiapkan lagu-lagu anak Indonesia, baik itu penyanyinya, lagunya dan penciptanya. Dan KILA adalah wujud nyata kepedulian dan komitmen Kemendikbudristek dalam membentuk ekosistem lagu anak Indonesia,” ujar Edi saat Pementasan lagu anak yang diberi tajuk ‘Sahabat Anak Indonesia’ di Gedung Dermaga Convention Center-Palembang, Jumat (24/5/2024).

KILA di tahun 2024 menghadirkan sosialisasi di berbagai kota, dan kota Palembang menjadi penghujung kegiatan sosialisasi KILA di tahun 2024. Setelah sebelumnya di Surabaya, Surakarta, Denpasar dan Jakarta.

“Palembang menjadi pilihan melakukan sosialisasi, karena banyaknya potensi bibit-bibit penyanyi anak. Hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar mengikuti lomba,” katanya.

Edi menjelaskan, KILA diadakan karena ada keprihatinan pada dua dekade terakhir melihat tidak ada lagu anak-anak. Tetapi anak-anak Indonesia luar biasa talentnya menyanyikan lagu-lagu yang sulit mereka bisa. Tetapi lagu itu tidak sesuai dengan tumbuh kembang anak. Beranjak dari hal itu, Kemendikbudristek membuat program penciptaan, perekaman, pementasan lagu anak.

“Kita dulu punya tokoh-tokoh pencipta dan penyanyi lagu anak, seperti Cica, tasya, tapi sekarang tidak ada lagi, ada yang nyanyi tapi lagunya orang dewasa. Keprihatinan itu yang harus kita tutup, dengan menyiapkan lagu-lagu untuk anak sesuai dengan tumbuh kembangnya,” katanya.

Sedangkan untuk antusias kegiatan, Edi mengungkapkan, jumlah peserta 160 lebih untuk lomba menyanyi. Sedangkan untuk lomba menciptakan lagu masih di angka 60 lebih.

“Karena ini bergerak terus, Kemendikbudristek tak hanya menerima lagu dalam bentuk fisik, tapi juga lewat online dan itu ada di kila.id,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Disdik Kota Palembang Andalusia mengapresiasi kegiatan KILA, dan harapan kegiatan itu tak berhenti di sini saja.

“Semoga Kota Palembang menjadi kota prioritas Kemendikbudristek untuk menghasilkan bibit-bibit baru yakni anak-anak yang berprestasi di bidang musik. Dan tentunya hal ini bisa memotivasi guru-gurunya untuk bisa menciptakan lagu-lagu anak khususnya di Kota Palembang,” katanya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here