
Palembang, SumselSatu.com
Pembangunan Pompa di Sungai Bendung yang merupakan proyek tahun jamak atau multiyears tidak kunjung selesai. Pekerjaan belum dapat dituntaskan karena masih ada permasalahan lahan.
Pompa itu diharapkan akan menyedot air di Sungai Bendung saat volume adau debit air tinggi.
“Harusnya dari awal tidak ada lagi kendala pembebasan lahan. Tapi sampai saat ini masalah pembebasan lahan masih belum selesai karena masih ada sekitar lima rumah warga yang menolak pembebasan lahan,” ujar Heru Gunawan, PPK Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Sungai Bendung, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/11/2018).
Heru menyampaikan, progres pembangunan sudah mencapai 72 persen.
“Jika pembangunan pompanisasi Sungai Bendung selesai maka dapat mengurangi genangan air di sekitar Sungai Bendung seperti di IBA, Sekip, Polda dan sekitar RSMH. Kolam retensi yang ada saat ini tidak bisa menampung. Selain itu, daerah resapan air berkurang,” katanya.
Heru mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan mediasi. Namun, pemilik rumah tidak mau memberikan lahan mereka untuk pembangunan.
“Padahal banyak manfaat pembangunan pompanisasi, dampak secara luas, menuntaskan genangan air saat hujan,” kata Heru.
Heru menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Walikota Palembang, mulai dari Eddy Santana, Romi Herton, dan Harnojoyo.
Kepala Satker Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Sungai Bendung Lufiandi menambahkan, banyak manfaat pompa di Sungai Bendung.
“Kami berusaha landscape pompanisasi Sungai Bendung bagus agar bisa untuk tempat kongkow. Namun fungsi utamanya adalah mengurangi genangan yang sejalur Sungai Bendung. Karena pembangunan pompa itu bisa mengurangi genangan air hujan,” kata Lufiandi. #nti