Pembatasan Operasional Truk Bikin Industri Karet Sumsel Semakin Terpuruk

KARET---Industri karet daerah juga terkena imbas dari kebijakan pembatasan truk. (FOTO: ANTARA).

Palembang, SumselSatu.com

Pembatasan operasional angkutan truk di Kota Palembang semakin mempengaruhi keberlangsungan industri karet lokal di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam beberapa tahun terakhir industri karet cenderung melesu akibat krisis bahan baku.

Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel mengatakan, pemerintah harus mengambil keputusan agar industri karet yang terkena imbas dari kebijakan pembatasan truk tersebut tetap bisa bertahan.

Menurut Nur, akibat pembatasan truk operasional di dalam kota, distribusi komoditas karet dari pabrik menuju Pelabuhan Boom Baru untuk diekspor menjadi terhambat. Dampaknya, para pembeli karet asal Sumsel di luar negeri mulai mengeluh.

“Ada beberapa buyer (pembeli-red) yang komplain kenapa ekspor jadi terhambat. Tertundanya pengiriman ini karena pengantaran barang dari pabrik hanya bisa dilakukan satu kali dalam satu hari, akibat kebijakan pembatasan jam operasional truk angkutan berat,” ujar Nur, Kamis (25/7/2024).

Nur khawatir jika kondisi ini terus terjadi, maka kepercayaan pembeli karet di luar negeri akan tergerus, dan berdampak pada perekonomian daerah. Apalagi, di tahun 2024 ada dua pabrik karet yang tutup akibat bahan baku yang terus menurun.

“Situasi ini bisa semakin parah jika distribusi terhambat,” katanya.

Nur mengusulkan agar truk diperbolehkan melintas di siang hari sehingga distribusi komoditas karet menuju pelabuhan bisa dilakukan dalam dua kali pengantaran. Waktu yang diusulkan tersebut yaitu pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB dan dilanjutkan kembali pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Menurutnya, pada waktu itu, kondisi jalan raya tidak terlalu ramai kendaraan.

“Di jam-jam itu sebetulnya tidak terlalu ramai kendaraan dan bisa dimanfaatkan,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Palembang bersama Polrestabes setempat merespon aspirasi pengusaha truk dan pihak-pihak yang terdampak dengan berencana melakukan rekayasa jam operasional truk angkutan berat melintas di siang hari.

Selain itu, juga akan dilakukan rekayasa pengawalan truk untuk mencegah terjadinya kemacetan dan meminimalisir potensi kecelakaan.

Penjabat (Pj) Walikota Palembang Ucok Abdul Rauf Damenta mengatakan, pada dasarnya pemerintah tidak mengesampingkan kemajuan perekonomian namun juga tetap memprioritaskan keselamatan warga.

“Kami berkomitmen untuk membangun jalur logistik yang lebih baik. Tapi kenyamanan dan keselamatan masyarakat juga hal utama,” kata Ucok. #fly

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here