Makassar, Sumselsatu.com – PSM Makassar menjamu Sriwijaya FC di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, pekan ke-7 Liga 1, Minggu (21/5/2017) sore. Selama 90 menit, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Gol baru tercipta di menit 96 lewat eksekusi penalti Reinaldo Elias da Costa.
PSM mendapat hadiah penalti usai Yanto Basna melanggar Hamka Hamzah. Tambahan tiga angka membuat PSM semakin nyaman di puncak klasemen dengan poin 17 dari 7 pertandingan.
PSM memperoleh peluang pertama di menit ke-6 dari Pluim. Sebuah tendangan spekulasi dilepaskan Pluim, beruntung Teja Paku Alam bisa mengamankan.
Tuan rumah kembali menebar ancaman untuk Laskar Wong Kito di menit 18. Kali ini giliran Reinaldo yang melepaskan tembakan, sayang bola melayang tipis di atas mistar. Sektor kini menjadi titik lemah bagi SFC. Terlihat banyak peluang dilancarkan PSM dari sektor ini. Hingga setengah jam jalannya laga, belum ada gol tercipta.
Sriwijaya terpaksa menarik keluar sang penjaga gawang. Teja Paku alam beberapa kali terlibat kontak fisik demi menyelamatkan gawang, M Sandi Firmansyah ditunjuk menggantikan di menit 35. 7 menit diberikan wasit untuk injury time. Terjadi dua peluang untuk PSM di masa perpanjangan waktu. Tapi skor kacamata menjadi hasil di 45 menit babak pertama.
Di babak kedua, PSM masih kesulitan menembus pertahanan Sriwijaya sampai menit 67. Ini jadi peringatan awal bagi tuan rumah karena kepercayaan diri SFC bisa saja meningkat dan balik mengejutkan.
Peluang emas tercipta untuk PSM di menit 74. Dari sepak pojok, Rahmat menyambut bola dengan kepalanya namun bola masih membentur tiang.
5 menit jelang berakhirnya waktu normal, PSM kembali mendapat peluang dari eksekusi tendangan bebas Pluim. Sayangnya bola tak menemui sasaran. PSM mendominasi pertandingan, namun penyelesaian akhir masih jadi momok tim asuhan Robert Rene Alberts.
Hamka Hamzah dijatuhkan Yanto Basna di menit 94 di kotak penalti, wasit pun menunjuk titik putih. Sempat terjadi keributan di sisi lapangan namun bisa ditenangkan oleh ofisial, namun pemain Sriwijaya masih belum bersedia kembali ke lapangan sebagai bentuk protes.
Reinaldo Elias da Costa akhirnya membuat Stadion Andi Mattalatta bergemuruh di menit 96. Sesaat setelah gol, Hadiyana meniupkan peluit panjang tanda laga usai. (Ari/vvn)