
Baturaja, SumselSatu.com
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel H M Giri Ramanda N Kiemas sejak masih mahasiswa telah menjadi seorang aktivis. Giri bergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Supono, mantan Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) percaya jika Giri Ramanda Kiemas menjadi Wakil Gubernur Sumsel maka akan berjuang untuk kesejahteraan rakyat.
“Bung Giri ini bagian dari keluarga besar Marhaenis yang akan selalu berjuang untuk kesejahteraan rakyat Marhaen. Karena Beliau (Giri-red) sama-sama dengan saya menjadi aktivis mahasiswa di tahun 1998, dan aktif di GMNI,” ujar Supono pada acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Marhaenis OKU Raya, di Hotel Bil, Baturaja, Rabu (13/6/2018).
Supono menyakini, sebagai mantan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam GMNI, Giri telah menanamkan nilai-nilai memperjuangkan rakyat kecil (kaum Marhaen) di dalam dirinya.
“Ideologi ini (Marhaenisme) sudah tertanam di Beliau, dan Beliau sangat memahami serta akan memperjuangkan rakyat kecil,” kata Supono.
Sedangkan Giri Ramanda Kiemas yang pendiri Marhaen Centre Sumsel itu berharap silahturahmi yang dilaksanakan menguatkan kebersamaan keluarga besar Marhaenis.
Pada kesempatan itu Giri menyampaikan, ada pasangan Cagub-Wagub Sumsel yang menjelek-jelekan dirinya karena menganggap Giri masih muda dan kurang pengalaman.
“Ada paslon (pasangan calon-red) yang selalu menjelekkan saya, bahwa saya masih muda, masih hijau, dan kurang pengalaman. Alhamdulillah, saya sudah tiga periode menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan,” kata Giri.
“Mulai dari anggota, ketua komisi, sekretaris fraksi, ketua fraksi hingga Ketua DDPRD Sumatera Selatan,” tambah Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel itu.
Pengalaman Giri sebagai Anggota dan Ketua DPRD Sumsel itu menjadi modal baginya untuk menjadi Wakil Gubernur Sumsel.
“Insya Allah ini (pengalaman di DPRD Sumsel-red) cukup menjadi modal dasar menjadi Wakil Gubernur. Hampir empatbelas tahun jadi anggota DPRD, dan ini lebih lama dari jabatan seorang kepala daerah yang hanya sepuluh tahun,” kata Giri.
Acara buka puasa bersama itu dihadiri juga aktivis GMNI dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta sejumlah Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan. Sedikitnya 500 orang hadir pada acara tersebut. #arf