Permudah Akses Layanan Kesehatan Hingga Pelosok

VAKSIN-Bupati OKI Iskandar sedang memberikan vaksin kepada salah seorang balita.

Kayu Agung, SumselSatu.com

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten OKI meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan angka IPM di Kabupaten OKI terdongkrak dari angka 63,87 di tahun 2014 menjadi 65,73 pada tahun 2016. Hasil ini ditunjang dengan ketersediaan pangan, air bersih, sanitasi, energi dan akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Banyak terobosan yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten OKI untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya. Salah satu kemajuan yang patut diapresiasi adalah program 1 Desa 1 Poskesdes. Jumlah sarana kesehatan ditingkat bawah ini terus meningkat bahkan sudah tuntas di tahun 2017.

Bupati OKI H Iskandar mengatakan, program pemerintah daerah tidak hanya melakukan pembangunan fisik, juga mempercepat pembangunan pelayanan kesehatan masyarakat di pelosok desa. Salah satunya dengan membangun sarana dan prasarana poskesdes.

“Dengan adanya poskesdes, tentunya kesehatan masyarakat akan terjaga dengan baik,. Pembangunan daerah akan mudah dipercepat apabila didukung oleh masyarakat yang sehat,” kata Iskandar.

Selain itu, Iskandar menambahkan, juga meluncurkan program pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) keliling untuk warga Kabupaten OKI dengan mendistribusikan mobil itu ke sejumlah desa. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat serta meningkatkan upaya pencegahan penyakit melalui gerakan masyarakat sehat (Germas).

“Mobil ini digunakan oleh petugas kesehatan untuk keliling ke kampung-kampung, memberi layanan kesehatan dan yang terpenting mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” kata Bupati OKI, H Iskandar, SE, saat menyerahkan mobil layanan keliling untuk Puskesmas Mulyaguna di Desa Kuripan Kecamatan Teluk Gelam, belum lama ini.

Kepala Dinas Kesehatan OKI HM Lubis, SKM, M Kes, mengatakan, hingga saat ini realisasi program satu desa satu poskesdes sudah selesai. Ditambahkan, program pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan juga ditingkatkan pada fasilitas rujukan tingkat pertama, yaitu Puskesmas.

“Masyarakat yang dulunya susah mengakses layanan kesehatan, sekarang lebih dimudahkan. Program kesehatan sekarang pun lebih banyak berbasis keluarga, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif,” kata Lubis.

Pekerjaan rumah pemerintah adalah memperbaiki kekurangan dari sistem ini agar semakin baik ke depan. Terutama pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta di seluruh pelosok. Jangan sampai program ini hanya dinikmati segelintir orang di perkotaan, karena sulitnya akses terhadap fasilitas kesehatan (faskes) di daerah. Tidak hanya jumlah yang diperbanyak, faskes tersebut pun harus dilengkapi peralatan, sarana, dan ketenagaan.

Ditambahkan Lubis, pada tahap awal ini pihaknya menyediakan tujuh unit mobil pusat layanan kesehatan (Puskesmas) keliling yang didistribusikan ke puskesmas di Kabupaten OKI.

“Tahap awal ini ada tujuh unit yang kita siagakan untuk menopang pelayanan kesehatan di desa-desa,” ucap Lubis.

Ketujuh mobil tersebut, lanjut dia, masing-masing didistribusikan ke tujuh puskesmas, yaitu Puskesmas Penanggoan Duren, Mulya Guna, Jejawi, Sirah Pulau Padang, Pampangan, Air Sugihan Jalur 27, dan Pematang Panggang II. Menurut Lubis, mobil ini tujuannya untuk memasyarakatkan gerakan hidup sehat ke masyarakat sekaligus mengurangi penumpukan pasien di pusat-pusat layanan kesehatan sehingga membuat perawatan menjadi tidak maksimal. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here