Palembang, SumselSatu.com
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) memasang target sumbang 1,1 juta suara untuk pasangan calon presiden (capres) – calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin.
Ketua Umum (Ketum) PKPI, Diaz Hendropriyono mengatakan, saat dirinya menjadi ketua umum, suara PKPI untuk Joko Widodo sudah mencapai 52 persen. Dia yakin dalam waktu dua bulan kedepan, suara PKPI akan 100 persen untuk Joko Widodo.
“Lima tahun lalu, suara PKPI itu mencapai 1,1 juta suara. Target kita pada pemilu tahun ini, kita memberikan 1,1 juta suara untuk pak Joko Widodo,” ujar Diaz di sela kunjungannya ke Palembang, Kamis (21/2/2019).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendongkrak suara guna mencapai target yang ditetapkan di Pemilu 2019, PKPI membuka departemen e-Sports.
“PKPI satu-satunya partai yang memiliki departmement e-Sports, sekaligus menjadi penyelenggara kompetisi e-Sports yang diadakan di Jakarta Convention Center dan di Palembang hari ini,” kata Diaz.
Mengenai partai, Diaz menegaskan, PKPI terbuka untuk semua kalangan. Pengurus-pengurusnya ada yang berusia tua dan ada yang muda.
“Kita tidak hanya menarget milenial, karena kita punya masa loyalis sekitar 1,1 juta. Tapi memang betul kita sedang merambah pangsa milenial dengan segmen para gamers,” ungkapnya.
Diaz menambahkan, dengan menyasar segmen baru tersebut, keinginan menjadikan PKPI sebagai partai zaman wow, dapat menginspirasi semua kader agar ke depan dapat sama-sama berpikir membesarkan partai.
Selain itu, PKPI berkomitmen mendukung industri e-Sports dan itu terbukti dengan dimilikinya departemen e-Sports. PKPI pun jadi satu-satunya partai yang memiliki departemen tersebut dan mendukung RUU e-Sports sebagai Undang-undang (UU) yang terpisah dari UU Sistem Keolahragaan Nasional.
“PKPI ini adalah #partaizamanwow, bukan partai zaman now. Karena ada 43,7 juta gamers di Indonesia dan itu jadi pasar baru yang akan kita sasar. Jadi kedepan kita harus berpikir untuk menciptakan hal-hal yang spektakuler, demi kemajuan bangsa,” pungkasnya. #nti