Polres Mura Sebar Petugas di 1.238 TPS

Bupati Mura, H Hendra Gunawan bersama Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro, SIK, MM, perwakilan Kodim 0406 MLM, Komisioner KPU, dan Panwaslu memeriksa personel pengamanan Pilgub Sumsel dalam Ops Mantab Praja, Senin (25/6).

 Musirawas, SumselSatu.com

Kepolisian Resor Musi Rawas (Polres Mura) siap mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilukada) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dengan menyebarkan personel pengamanan di 1.238 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Mura dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Penyebaran personel dilakukan dalam apel Operasi Mantab Praja di Mapolres Mura, Senin (25/6/2018), dipimpin Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro, SIK, MM, dihadiri Bupati Mura H Hendra Gunawan, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mura, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Mura, dan Linmas.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro, SIK, MM mengatakan, Polres Mura siap mengamankan pemilihan Gubernur Sumsel di Kabupaten Mura dan Kabupaten Muratara. Polres melakukan pergeseran personel mengamankan 1.238 TPS dan dibantu personel Sat Brimob Polda Sumsel. Pengamanan diberikan agar pelaksanaan Pilgub Sumsel berjalan aman dan kondusif.

“Saya minta para personel memahami prinsip siapa berbuat apa, bertanggung jawab kepada siapa, dan berkoordinasi dengan siapa yang benar-benar dipahami dan dipegang teguh,” tegas Kapolres Mura.

Kapolres Mura menjelaskan, kepekaan para personel dalam menilai, mengamati, dan menyikapi perkembangan situasi politik dan dinamika yang ada di lokasi TPS menjadi kunci sukses menjalan tugas. Ada beberapa yang patut menjadi perhatian personel dalam menjalankan tugas yakni massa pendukung masing-masing pasangan calon (paslon), sabotase saat pendistribusian logistik, money politic, pengerahan massa dalam jumlah besar, manipulasi jumlah suara, dan intimidasi pemilih. Selain itu masih ada beberapa kerawanan lainnya yang harus diantisipasi.

“Saya ingatkan ada empat larangan bagi personel yakni dilarang masuk dalam area TPS, bisa masuk ke dalam TPS atas permintaan KPPS, dilarang mencatat atau mendokumentasikan hasil rekapitulasi, dan dilarang mempengaruhi masyarakat atau peserta pemilih,” jelas dia.

Sementara itu, Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengatakan, pengamanan yang dilakukan aparat TNI/Polri salah satu pelayanan terbaik kepada masyarakat saat pesta demokrasi. Inilah wujud kesiapan sebagai aparatur negara.

“Dengan kesiapan dan pengalaman yang dimiliki, saya yakin TNI/Polri mampu mengemban tugas dan amanat dalam pesta demokrasi di Kabupaten Mura dan Kabupaten Muratara,” jelas Bupati.

Dia menambahkan, Pemkab Mura juga melakukan monitoring dengan berkoordinasi ke seluruh jajaran hingga tingkat desa. Sehingga, pelaksanaan pesta demokrasi ini bisa berjalan lancar dan aman tanpa ada gangguan apapun.

“Insya Allah pilkada di dua wilayah ini, khususnya di Kabupaten Mura, berjalan lancar dan aman dan muncul pemimpin amanah yang memberikan pengabdian baik di masyarakat,” kata Bupati. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here