Proses Sortir dan Lipat Surat Suara Sudah Dimulai

SORTIR---Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya menunjukkan surat suara Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang, Jumat (1/11/2024). (FOTO: SS 1/YANTI).

Palembang, SumselSatu.com

Proses sortir dan lipat surat suara berlangsung seluruh di Sumatera Selatan (Sumsel) dimulai, Jumat (1/11/2024). Di Kota Palembang dipusatkan di Gudang Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang yang merupakan Gudang PT Pos di Jalan Kebun Bunga, Palembang.

Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya mengatakan, jumlah surat suara disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 2,5 persen surat suara cadangan Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang.

“Hari ini kami memulai proses sortir lipat mulai dari surat suara Walikota Palembang, setelah itu surat suara Gubernur Sumsel. Semua proses sortir dan lipat surat suara dilakukan di gudang selama enam hari,” kata Andika, Jumat (1/11/2024).

Terkait pengamanan proses sortir dan lipat surat suara, KPU Kota Palembang sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Kota Palembang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

“Surat pemberitahuan pelaksanaan kegiatan ini sudah dikoordinasikan dan teman-teman Bawaslu sudah diinformasikan. Karena itu, kami mengundang teman-teman media agar menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa persiapan pemungutan dan penghitungan suara 27 November sudah kami mulai 1 November,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Palembang Syawaluddin mengatakan, jumlah petugas sortir dan lipat surat suara berjumlah 130 orang .

“Jadi kami melihat dulu hari ini, dengan jumlah 130 orang dalam satu hari dapat berapa jumlah yang dikerjakan oleh 130 orang,” katanya.

“Di hari pertama ini kami akan melihat hasil sortir dan lipat surat suara dapat berapa, baru setelah itu dievaluasi. Untuk jumlah belum kami tentukan karena perbedaan pemilu dan surat suara lebih kecil, mungkin lebih cepat,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Palembang sebanyak 2,272 TPS, dengan DPT 1.241.166 pemilih ditambah 2,5 persen surat suara.

“Alat bantu untuk disabilitas baru datang mungkin H-3, sudah kami drop bilik ke kantor kecamatan masing-masing atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Insya Allah H-5 sudah kami geser seperti bilik atau Alat Peraga Kampanye (APK) bantu untuk TPS di luar kotak suara seperti Id card atau yang lain, termasuk disabilitas. Jadi untuk H-2 atau H-3 sudah distribusikan logistik,” katanya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here