Puluhan Pelajar Kota Palembang Terjaring Razia Pol PP Provinsi Sumsel

Puluhan pelajar yang terjaring razia di kumpulkan di ruang aula Kantor Sat Pol PP provinsi Sumsel.

Palembang, SumselSatu.com

Sejumlah pelajar di kota Palembang terjaring razia yang dilakukan satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka menegakan Peraturan Daerah No 2 tahun 2017 tentang ketertiban, ketentraman dan perlindungan masyarakat nomor 57 tentang tertib pelajar dan mahasiswa.

Dalam razia kali ini SatPol PP berhasil menjaring 40 Siswa SMA, SMK, SMP, bahkan ada juga siswa SD yang ikut diamankan di Aula Praja Wibawa. Semuanya ditangkap saat sedang asik bermain game online di Warung internet (warnet) yang berada di bilangan Sekip dan Puncak Sekuning, Palembang.

Sat Intel Wasdin Pol PP Iwan Herianto mengungkapkan kegiatan ini guna melaksanakan Peraturan atau Intruksi Gubernur (pergub) Sumatera Selatan.

“Pembinaan ini untuk mendidik dan membina adik-adik yang merupakan calon penerus bangsa. Semuanya akan dikembalikan ke sekolah, tetapi terlebih dahulu harus membuat perjanjian,” singkatnya.

Sebelumnya, kata Iwan, Sat Pol PP Provinsi telah memberikan surat edaran kepada seluruh sekolah yang ada di kota Palembang tentang razia yang dilakukan.

Selain itu, Kasi Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Zulkifli, yang ikut dalam razia ini mengaku, apa yang dilakukan oleh para siswa yang bolos memang salah, dan sangat merugikan bagi dirinya sendiri.

Ia pun meminta kepada para siswa yang tertangkap untuk berani bertanggung jawab, kalau salah akuilah salah, apapun bentuknya harus dipertanggung jawabkan.

“Kami tidak berhak memberi hukuman, biarlah pihak sekolah yang memberikan sanksi tersebut, dari sini biasanya siswa tersebut hanya diberikan peringatan pertama. Untuk ketentuan sanksi lebih lanjut kembali ke sekolah masing-masing,” ujar dia.

Sementara itu, Edi Ramlan selaku Guru SMA 3 Palembang, yang di panggil karena ada beberapa siswanya terjaring razia mengungkapkan, bahwa pihak sekolah sudah memberikan sosialisasi kepada murid-murid. Jika ada keperluan yang mendadak terlebih dahulu izin ke Kepala Sekolah atau Wakil Wali Kelas.

“Mereka beralasan tadi keluar dikarenakan mau ke tempat fotocopy untuk menyiapkan berkas administrasi, tetapi alasan tersebut kami sudah ingatkan berkali-kali dan memberikan batas waktu pengumpulan berkas, tetapi belum jadi kalau alasannya seperti itu kurang wajar,” katanya.

Untuk itu ke depannya pihaknya akan mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali, dengan melakukan sosialisasi dan memberikan sanksi.

Di tampat yang sama, salah satu siswa SMA Negri di Kota Palembang yang tak mau di sebutkan namanya, berhasil dijaring saat razia, ia mengugkapkan jika dirinya tidak berniat meninggalkan jam pelajaran sekolah.

Dirinya pergi ke warnet untuk sekedar mencetak foto dan berencana langsung balik ke sekolah.

“Awalnya mau cetak foto untuk keperluan sekolah. Tapi teman-teman mengajak saya untuk bolos sekolah, terpaksa saya ikut, bahkan sudah sempat membeli paket 6 jam,” tukas dia. #ard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here