Palembang, Sumselsatu.com – Panas terik tak menyurutkan ratusan aktivis muslim menggelar aksi damai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-109. Gabungan dari berbagai organisasi keislaman se-Sumsel yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Muslim Sumsel (KAMMI Sumsel, FSLDK Sumsel, ICMI, JPRMI) melaksanakan long march dari Kambang Iwak (KI) menuju Bundaran Air Mancur (BAM), Selasa (23/5/2017) kemarin.
Dalam aksinya ratusan aktivis yang mengenakan baju putih-putih, berjalan dengan tertib dan teratur sembari menyampaikan orasi di beberapa titik. Orasi yang disampaikan berkaitan dengan pencerdasan tetang fenomena kebangsaan dan keagamaan mengingat umat muslim akan memasuki bulan ramadhan. Aksi ini juga diwarnai dengan pembagian selebaran-selebaran kepada masyarakat sekitar berisikan poin-poin pencerdasan tersebut.
Muhammad Shodiqin, Kepala Bidang II KAMMDA Ogan dalam orasinya mengungkapkan, “Harkitnas merupakan momentum penyadaran dan perjuangan bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat muslim Sumsel untuk bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan momentum ramadhan guna meningkatkan kesadaran dan kedewasaan kebangsaan.
Tak lupa pula Shodiqin mengingatkan bahwasanya umat muslim telah dibuktikan dengan sejarah bahwa kebangkitan dan kemenangan terjadi di bulan ramadhan, mulai dari peristiwa perang Badar, Fathul Makkah, perang Tabuk, dan kemerdekaan Indonesia.
Aksi ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap di BAM oleh koordinator aksi, Reghy, ketua umum KAMMI Komisariat UIN Raden Fatah.
Sebelum menyatakan pernyataan sikap, Reghy mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan tarhib kebangsaan.
“Kegiatan tarhib kebangsaan adalah kegiatan sistematis yang bertujuan memberikan pencerdasan dan peningkatan jiwa nasionalisme. Puncak kegiatan ini akan diadakan di bulan Agustus tepatnya pada momentum peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia”, sambungnya lagi.
Berikut empat pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Muslim Sumsel saat menggelar aksi damai peringatan Harkitnas ke-109:
- Mari tingkatkan kesadaran nasional terhadap fenomena kekinian
- Mengajak masyarakat Sumsel jangan terpengaruh propaganda media pemecah belah (ahli fitnah)
- Menjadikan momentum ramadhan sebagai titik balik kebangkitan Indonesia
- Mari bahu-membahu seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung ulama dan aktivis pergerakan. (min/ril)