Setengah Jam Lebih Jokowi Tak Bisa Keluar dari PSCC

BERSWAFOTO----Jokowi berswafoto dengan para Alumni Sriwijaya Bersatu, di PSCC, Palembang, Sabtu (9/3/2019). (FOTO: SS1/ANTON R FADLI)

Palembang, SumselSatu.com

Jokowi tidak dapat langsung meninggalkan Gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC), di Jalan POM IX, Palembang, setelah acara Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu Untuk Ir H Joko Widodo dan K H Ma’ruf Amin, Sabtu (9/3/2019).

Sejak selesai berbicara dan meninggalkan mikrofon di atas panggung, massa yang memadati Hall PSCC meminta berswafoto dengan Presiden RI tersebut.

Bahkan, setelah turun dari panggung pun, para pendukung yang hadir berdesak-desakan ingin ber-selfie dengan Jokowi.

“Pak Jokowi!, Pak Jokowi, Pak Jokowi!,” ujar orang-orang yang ingin berfoto dengan Jokowi berteriak.

Hampir setengah jam lebih Jokowi baru bisa keluar pintu hall dengan penjagaan ketat pasukan pengamanan presiden. Saat keluar pintu hall pun, Jokowi masih dikerumuni massa yang ingin berfoto dengannya hingga ia hendak masuk ke dalam mobil.

“Senang sekali bisa berfoto dengan Pak Jokowi,” ujar Apriadi (35).

Tidak sedikit juga yang kecewa karena tidak dapat berfoto dengan Jokowi.

“Kurang agresif kito,” ujar seorang remaja yang tidak dpat berswafoto dengan Jokowi kepada temannya.

Sebelumnya, saat acara Jokowi menyampaikan, akan menjalankan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah. Hal itu untuk memberikan jaminan anak-anak mendapat pendidikan premium.

“Baik sekolah di dalam maupun luar negeri,” ujar Jokowi.

Selain itu, aka nada Kartu Prakerja bagi lulusan SLTA. Kartu itu dapat digunakan untuk mendapatkan training atau pelatihan untuk masuk dunia kerja. Selain itu, akan diberikan insentif untuk enam bulan sebelum bekerja.

Jokowi juga memperkenalkan Kartu Sembako Murah bagi warga yang tidak mampu. Nanti akan ada tempat-tempat membeli sembako dengan menunjukkan Kartu Sembako Murah.

Jokowi juga meminta agar pendukungnya dan masyarakat Indonesia berani melawan hoaks atau berita bohong dan fitnah terhadap dirinya. Dia mengatakan, kriminalisasi ulama tidak ada. Indonesia adalah negara hukum.

Kemudian, tentang hoaks pelarangan adzan oleh Pemerintahan Jokowi.

“Indonesia negara Muslim terbesar di dunia. Itu hoaks (larangan adzan-red), tidak mungkin,” tandas Jokowi.

Lalu, soal pemerintah melegalkan perkawinan sejenis, dan pemerintah akan menghapus Pendidikan Agama di sekolah. Semua itu adalah berita bohong.

Di awal Jokowi menyampaikan, Indonesia dalah negara besar, dengan 34 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 17 ribu pulau.

“Tidak ada negara di dunia ada 17 ribu pulau. Kita dianugrahi berbeda-beda. Sering kita tidak ingat, di sini ada 714 suku di Indonesia. Inilah kekayaan kita yang harus dijaga. Jangan sampai, Pilkada, Pilpres, urusan politik, tidak bisa menjaga persatuan,” kata Jokowi.

“Negara kita besar, jadi tantangannya juga besar. Saya bersyukur diberi pengalaman mengelolah pemerintah, dari yang paling bawah walikota dua periode. Gubernur Jakarta, dan Presiden RI,” tambahnya.

Jokowi mengatakan, rakyat Indonesia harus dipompa agar optimis.

“Jangan ditakuti Indonesia bubar, punah. Itu mengajak rakyat  pesimis. Jangan takut menghadapi tantangan,” tandasnya.

Jokowi juga menyampaikan, ruas Jalan Tol Bakauheuni-Palembang akan diresmikan pada Juni mendatang.

Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu

Alumni Sriwijaya Bersatu mendeklarasi dukungan kepada Capres-Cawapres Jokowi-Amin dipimpin Ketua Alumni Sriwijaya Bersatu Eddy Ganefo.

Alumni Sriwijaya Bersatu menyatakan tekad bersama-sama menyatukan semangat untuk Indonesia maju, dan siap menjaga Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, serta mendukung penuh Ir H Joko Widodo dan K H Ma’ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2023.

Hadir pula pada cara itu Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Sumsel Syahrial Oesman, Sekretaris TKD KIK Sumsel H M Giri Ramanda N Kiemas, dan Penasehat TKD KIK Sumsel Alex Noerdin, serta Gubernur Sumsel Herman Deru. #arf/nti

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here