
Palembang, SumselSatu.com
Bagi yang ingin mudik naik kereta api namun belum memegang tiket harus siap-siap kecewa. Pasalnya, tiket kereta api mulai H-10 sampai H+9 Lebaran hanya menyisakan 19 persen.
Padahal, dalam masa angkutan Lebaran 2018, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang menyediakan 59.444 tempat duduk, dengan 2.702 tempat duduk per harinya untuk relasi Kertapati-Tanjungkarang dan Kertapati-Lubuklinggau di semua kelas.
Namun saat ini tempat duduk yang sudah terjual dari H-10 sampai H+9 Idul Fitri sekitar 81persen. “Artinya, tersisa 19 persen lagi tiket yang masih ada,” kata Kepala PT KAI Divre III Palembang Herly Hendy, seusai memimpin apel gelar kesiapan arus mudik Lebaran, Selasa (5/6).
Kereta api kelas ekonomi masih menjadi favorit masyarakat karena harga terjangkau dengan fasilitas AC yang membuat penumpang nyaman, tidak ada penumpang yang merokok di dalam kereta, dan kemudahan dalam membeli tiket.
Hendy menjelaskan, masa angkutan Lebaran tahun ini dimulai tanggal 5 Juni sampai tanggal 26 Juni 2018. Prediksi lonjakan penumpang dimulai pada H-5 di setiap jurusan karena sudah memasuki masa cuti bersama.
“Tiket untuk KA ekonomi Rajabasa dan Serelo telah habis untuk keberangkatan 6 sampai 25 Juni 2018. Untuk kelas eksekutif dan bisnis sudah habis di tanggal-tanggal tertentu. Tidak ada kenaikan harga tiket karena untuk tarif kelas eksekutif dan bisnis PT KA memberlakukan tarif batas bawah dan tarif batas atas sedangkan kereta ekonomi tetap mengacu skema PSO dari pemerintah,” ungkapnya.
Selama masa angkutan Lebaran ini, untuk memberikan rasa nyaman serta aman dari titik awal stasiun keberangkatan sampai stasiun tujuan akhir penumpang, PT KAI Divre III menerjunkan sebanyak 391 personel keamanan gabungan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018. Personel gabungan tersebut dari POM TNI, Brimob, polisi khusus kereta api (polsuska), dan security station.
Selain itu, untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan dalam perjalanan kereta api, PT KAI Divre III Palembang juga menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) di sejumlah titik yang rawan bencana longsor /amblas dan banjir, terutama menjelang arus mudik dan arus balik. PT KAI Divre III Palembang juga menempatkan petugas tambahan pemeriksa jalan rel ekstra dan petugas flying gang (regu terbang/siaga).
“Kami (PT KAI Divre III Palembang) juga mengimbau kepada calon penumpang untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok dan tidak membawa barang bawaan yang berlebihan,” kata Hendy.
Untuk kenyamanan penumpang, PT KAI memberlakukan ketentuan yang harus diperhatikan penumpang, yaitu terkait berat barang bawaan penumpang maksimal 20 kg atau dimensi barang tidak terlalu besar agar muat dalam bagasi. Apabila terjadi kelebihan bagasi, masing-masing penumpang akan dikenakan biaya angkut tambahan.
“Besarnya biaya tambahan adalah Rp10.000 bagi penumpang kelas eksekutif, Rp6000 bagi penumpang kelas bisnis, dan Rp2000 bagi penumpang kelas ekonomi,” tutupnya. #ard