Baturaja, Sumselsatu.com
Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten OKU, terus berbenah. Ya, salah satu UTD yang sudah mandiri di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di bawah binaan ketua PMI Drs Kuryana Azis ini diketahui sudah menjadi rujukan kabupaten/kota di wilayah Sumsel.
“Benar, kita sudah jadi rujukan. Ini dibuktikan beberapa waktu lalu PMI Prabumulih berkunjung ke UTD PMI OKU untuk belajar dan mengali informasi terkait UTD,” ungkap Kepala UTD PMI OKU dr Doddy Numirsyah, Sp B, melalui Pengurus PMI Yunizir Djakfar, Ssos, didampingi Kabag Pelayanan Dedi Arisandi, AP TTD, Kamis (21/12/2017).
Kenapa jadi rujukan? Yunizir mengungkapkan, artinya pengelolaan UTD ini terbilang baik di tengah keterbatasan yang ada termasuk minimnya anggaran untuk pengelolaan utd kemanusian tersebut.
“Mereka kagum ditengah minimnya dana tapi bisa berdiri bahkan memenuhi standar nasional untuk alat yang ada,” ucap Yunizir.
Terkait hal itulah, kata dia, pihaknya menyiasati dengan melibatkan pihak ketiga atau CSO untuk menunjang peralatan transfusi darah yang semua berstandar nasional.
“Baru-baru ini kita mendatangkan NTC produk Jerman, Alhamdulillah sangat membantu kinerja kami dan alat itu diberi pihak CSO sebab jika beli sendiri tidak mungkin apalagi ditengah keterbatasan anggaran kami,” tambah Dedi.
Bahkan lebih dari itu dalam waktu dekat ini pihaknya mengungkapkan akan lagi kedatangan tamu dari dua kabupaten tetangga OKUS dan OKUT guna bertukar informasi sekaligus rujukan pengelolaan UTD tersebut.
Lebih jauh, kata mereka, UTD PMI OKU setiap bulanya wajib memenuhi 400 kantong darah untuk wilayah OKU, dan untuk memenuhi itu, pihaknya juga menggandeng pendonor aktif seperti pihak perusahaan PTSB, Talisman, Lanut Waytuba, Polres OKU dan KPPN, “Sekitar 50 persenlah terpenuhi dari target jumlah per bulan, sisanya masyarakat umum yang memberi,” pungkasnya. #ori