Yulyati, SKom
Mahasiswa Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang.
PEMBANGUNAN daerah tidak lagi sekadar berbicara tentang angka pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur fisik. Saat ini, pembangunan dituntut untuk lebih holistik, berkeadilan, dan berpihak pada keberlanjutan. Lahirnya Sustainable Development Goals (SDGs) membawa semangat baru yang mengajak pemerintah daerah untuk berpikir jauh ke depan, memastikan setiap kebijakan tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga generasi mendatang.
Di sinilah Manajemen Strategi memegang peranan penting. Ia menjadi peta jalan yang membantu daerah menavigasi berbagai potensi, peluang, dan tantangan, sekaligus memastikan arah pembangunan tetap selaras dengan tujuan global. Integrasi SDGs dalam manajemen strategi bukan hanya sebuah pilihan, melainkan kebutuhan agar pembangunan daerah tidak tertinggal dalam arus perubahan dunia.
Manajemen Strategi Dalam Pembangunan Daerah
Manajemen strategi adalah proses yang mencakup analisis, perumusan, implementasi, serta evaluasi kebijakan. Dalam konteks pembangunan daerah, analisis dilakukan untuk memahami potensi, tantangan, dan sumber daya yang tersedia. Hasil analisis tersebut menjadi dasar perumusan strategi yang dituangkan dalam visi, misi, dan tujuan pembangunan daerah, termasuk penyelarasan dengan indikator SDGs.
Implementasi strategi dilakukan melalui program dan kegiatan konkret yang diarahkan untuk mencapai target pembangunan. Misalnya, pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan pendidikan, pengelolaan lingkungan, atau penguatan adaptasi terhadap perubahan iklim. Proses ini kemudian dievaluasi secara berkala melalui sistem pemantauan dan pengendalian untuk memastikan pembangunan tetap sesuai arah.

Integrasi SDGs dalam Perencanaan Daerah
Integrasi SDGs ke dalam pembangunan daerah dilakukan dengan memetakan indikator global ke indikator daerah, kemudian dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (Renstra OPD). Dengan demikian, tujuan keberlanjutan tidak hanya menjadi wacana, tetapi memiliki konsekuensi nyata dalam anggaran dan kebijakan.
Selain penyusunan dokumen, integrasi juga memerlukan penguatan kapasitas aparatur daerah agar memahami konsep SDGs dan mampu menerjemahkannya ke dalam program lokal. Kelembagaan dan koordinasi antar perangkat daerah perlu diperkuat karena keberhasilan SDGs sangat bergantung pada kerja lintas sektor. Tidak kalah penting, kolaborasi dengan pihak swasta, akademisi, masyarakat sipil, dan media juga menjadi penopang penting dalam mempercepat pencapaian tujuan.
Tantangan dan Strategi Akselerasi
Implementasi SDGs di daerah menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran, rendahnya pemahaman aparatur, lemahnya koordinasi antarlembaga, serta keterbatasan data yang akurat. Selain itu, fokus pembangunan daerah seringkali masih pada kebutuhan jangka pendek sehingga aspek keberlanjutan terpinggirkan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, strategi akselerasi perlu dilakukan. Daerah dapat menentukan prioritas program berbasis isu lokal agar pembangunan lebih relevan dan terarah. Inovasi pembiayaan juga harus didorong melalui kerja sama pemerintah dan swasta serta pemanfaatan dana CSR. Penggunaan teknologi digital sangat penting untuk memperkuat sistem perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Pada saat yang sama, partisipasi masyarakat harus diperluas agar pembangunan lebih inklusif dan tepat sasaran.
Menutup Harapan Untuk Pembangunan yang Berkelanjutan
Integrasi SDGs dalam manajemen strategi pembangunan daerah bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Banyak hambatan yang muncul, mulai dari keterbatasan anggaran hingga lemahnya koordinasi. Namun, setiap tantangan selalu membawa peluang untuk berinovasi dan berkolaborasi.
Apabila strategi pembangunan daerah dijalankan dengan visi keberlanjutan, ditopang oleh perencanaan yang matang, pemanfaatan teknologi, dan keterlibatan semua pihak, maka pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan jangka pendek, tetapi juga pondasi kuat bagi masa depan. Dengan begitu, daerah tidak hanya menjadi bagian dari capaian pembangunan nasional, tetapi juga ikut menorehkan kontribusi nyata dalam pencapaian SDGs 2030 yang menjadi agenda bersama seluruh dunia. *
✍️ Tentang Penulis
Penulis adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Banyuasin.










